Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan warga setempat agar aktif mengakses informasi prakiraan cuaca melalui situs resmi maupun aplikasi digital milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mewaspadai cuaca ekstrem.
"Masyarakat pesisir, nelayan, pengelola dan pengguna jasa laut harus rutin memantau informasi BMKG, diperkirakan cuaca ekstrem berlangsung hingga Oktober 2025," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Muhammad Sukadi Kuncoro di Penajam, Selasa.
BMKG Kota Balikpapan mengingatkan gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2025, disertai adanya potensi pasang air laut.
Sistem peringatan dini dan kesadaran sangat penting untuk keselamatan di laut saat cuaca ekstrem dan harus berjalan beriringan untuk menghindari korban jiwa dan kerugian material.
Selain imbauan kepada nelayan dan pengguna jasa laut, BPBD PPU mengajak masyarakat untuk aktif mengakses informasi prakiraan cuaca melalui situs resmi maupun aplikasi digital milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Kita harus rutin memantau informasi BMKG, risiko pelayaran di laut bisa ditekan. Jangan sampai karena kurang informasi, masyarakat jadi menghadapi bahaya,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara terus berkoordinasi dengan pihak terkait memastikan langkah pengamanan laut berjalan optimal, termasuk ketersediaan alat keselamatan standar di setiap armada penyeberangan.
Cuaca ekstrem disertai angin selatan yang berlangsung menjadi salah satu penyebab utama terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan Kalimantan Timur, termasuk di perairan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kerja sama antara BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara dengan operator kapal penyeberangan, kelompok nelayan, dan masyarakat pesisir sangat diperlukan dalam upaya pencegahan kecelakaan laut selama masa cuaca ekstrem.
"Jaket pelampung wajib dipastikan tersedia dan digunakan oleh seluruh pengguna jasa penyeberangan maupun para nelayan yang beraktivitas di laut," katanya.
Kondisi cuaca yang dipengaruhi oleh angin selatan perlu diwaspadai, karena dapat memicu gelombang tinggi dan arus kuat, khususnya di wilayah laut lepas.
