Penajam Paser Utara (ANTARA) - Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Mudyat Noor meminta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten setempat memanfaatkan program dan kegiatan yang dicanangkan kementerian untuk membangun kabupaten itu.
"Banyak program dan kegiatan kementerian yang bisa dimanfaatkan untuk bangun kabupaten," ujar Bupati Mudyat Noor ketika ditanya menyiasati terbatasnya anggaran kabupaten untuk pembangunan di Penajam, Kamis.
Setiap OPD harus jeli memanfaatkan program dan kegiatan yang dicanangkan setiap kementerian dan lembaga negara lainnya, lanjut dia, antara lain bantuan sarana prasarana pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, pertanian, nelayan dan lainnya.
"OPD harus bisa manfaatkan program kementerian seperti pembangunan sekolah, pengadaan buku, pengadaan laptop untuk digitalisasi pendidikan dan lainnya,” tambahnya.
OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara didorong aktif mengajukan permohonan bantuan anggaran kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
"Kondisi APBD kabupaten masih terbatas biayai kebutuhan program dan kegiatan pembangunan," jelasnya.
APBD 2025 Kabupaten Penajam Paser Utara lebih kurang Rp2,8 triliun, dan pendapatan pemerintah kabupaten setempat masih mengandalkan dana perimbangan atau DBH (dana bagi hasil) minyak dan gas bumi, serta dana transfer pemerintah pusat.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengumumkan dalam rancangan APBN 2026 melakukan pemangkasan anggaran untuk kementerian dan lembaga negara lainnya serta dana transfer daerah.
"Informasi, pemerintah pusat akan pangkas dana transfer daerah secara nasional mencapai Rp100 triliun," katanya.
Kebijakan tersebut bisa berakibat kabupaten dan kota di Indonesia kehilangan potensi pendapatan rata-rata Rp150 miliar sampai Rp200 miliar pada tahun depan.
Pemangkasan dana transfer jadi tantangan bagi kabupaten, sehingga OPD harus menyusun program dan kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat, kemudian mencari sumber pendanaan kementerian, provinsi dan lembaga negara lainnya, demikian Mudyat Noor.
