Samarinda (ANTARA) - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) melatih para petani untuk bisa menjadi mandiri pestisida sebagai upaya meningkatkan produksi pertanian, yakni dengan mengolah pestisida sendiri dari bahan alami agar tidak tergantung dengan pestisida kimia.
"Untuk mencetak petani jadi mandiri pestisida, kami sudah beberapa kali menggelar pelatihan, termasuk pelatihan yang kami gelar pada akhir Juli lalu," kata Kepala Unit Pengelola Teknis Dinas (UPTD) Pengembangan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) Disbun Kaltim Ruspiansyah di Samarinda, Senin.
Ia mengatakan, melalui pelatihan itersebut petani selain mampu mandiri pestisida, hasil pertanian mereka pun menjadi tidak berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat, karena pestisida yang digunakan untuk mengusir hama, berasal dari bahan organik sehingga aman.
Lebih lanjut dikemukakannya, pelatihan mandiri pestisida dilakukan juga sebagai upaya mendorong peningkatan pertanian berkelanjutan, yakni tetap menjaga ekosistem lingkungan hidup, mengingat di tanah juga ada mikroba penyubur tanah, sehingga mikroba ini tidak mati Ketika digunakan pestisida organik.
Ia menjelaskan, setiap pelatihan yang digelar pihaknya selalu diawali dengan pengenalan ekosistem secara umum, bahan yang dibutuhkan, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan pestisida nabati.
Begitu pula dengan pelatihan dengan sasaran kelompok tani di Kampung Melapeh Lama, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat pada akhir Juli lalu diikuti 30 orang dari kelompok tani (poktan) dan petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT).
Pelatihan tersebut, katanya lagi, sebagai bentuk penguatan kapasitas lokal menghadapi serangan hama secara ramah lingkungan, sehingga hama dapat dikendalikan dan ekosistem pertanian tidak tercemar dengan bahan kimia.
"Kami ingin membekali petani agar mampu meracik pestisida nabati sendiri dari tanaman yang tumbuh di sekitar rumah atau kebun mereka. Ini bukan hanya solusi murah, tetapi juga lebih aman bagi lingkungan," ujar Ruspiansyah.
Ia kembali memberi penekanan akan pentingnya kemandirian petani dalam mengolah pestisida dari bahan alami, sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan biaya mahal membeli pestisida pabrikan yang tidak aman bagi ekosistem pertanian.
"Saat pelatihan peserta juga langsung praktik di kebun lada milik Poktan Kola Lestari. Kami ingin petani beralih dari ketergantungan pada pestisida kimia menuju alternatif nabati untuk pertanian berkelanjutan," katanya.
