Samarinda (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur meminta seluruh partai politik di daerah untuk memperkuat proses kaderisasi dan akuntabilitas internal guna memantapkan peran sebagai pilar utama demokrasi.
Kepala Badan Kesbangpol Kaltim Sufian Agus di Samarinda, Jumat, menyatakan partai politik merupakan fondasi dari sistem demokrasi, tempat aspirasi rakyat diubah menjadi kebijakan publik serta kepemimpinan dilahirkan.
“Melalui partai politik maka aspirasi rakyat dikonversi menjadi kebijakan publik. Namun, kita menyadari kepercayaan publik sering mengalami pasang surut, ini menjadi catatan penting,” ujarnya
Sulfan mengatakan Badan Kesbangpol Kaltim menggelar kegiatan penguatan lembaga demokrasi untuk partai-partai politik di provinsi tersebut.
Menurut dia, partai politik tidak boleh hanya berfungsi sebagai kendaraan elektoral saat pemilu. Lebih dari itu, parpol adalah lembaga pendidikan politik yang bertugas melakukan regenerasi, menanamkan nilai kebangsaan, dan membentuk integritas calon pemimpin secara berkesinambungan.
Ia menekankan tanpa kaderisasi yang sehat dan berbasis prestasi (meritokratis), sebuah partai berisiko kehilangan jati diri dan hanya menjadi institusi pragmatis yang bergerak untuk kepentingan sesaat.
Di sisi lain, Sufian juga menyoroti pentingnya akuntabilitas sebagai syarat mutlak untuk meraih kembali kepercayaan rakyat.
“Partai politik harus mampu membuka diri. Pertanggungjawaban keuangan, transparansi dalam proses pencalonan, serta komitmen terhadap etika politik mesti menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Kegiatan yang dihadiri perwakilan seluruh parpol se-Kaltim ini bertujuan mendorong refleksi, pembenahan, dan inovasi kelembagaan.
Sufian berharap, dengan penguatan dua aspek fundamental tersebut, lembaga demokrasi di Kaltim dapat berjalan lebih efektif, representatif, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah di masa mendatang.
