Paser (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Paser melalui Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Paser berkomitmen akan menekan angka penyalahgunaan narkoba melalui program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
"Kami berkomitmen memberantas baik pengguna maupun pengedar narkoba khususnya di Kabupaten Paser, paling tidak kita harus segera turunkan angkanya," kata Wakil Bupati Paser yang juga Ketua BNK Paser, Ikhwan di Tanah Grogot, Selasa (22/7)
Ia menjelaskan, upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan deteksi dini di lapangan.
Sosialisasi difokuskan pada lingkungan sekolah, komunitas, dan wilayah rawan seperti daerah perbatasan yang berpotensi menjadi jalur masuk narkoba.
Sementara, upaya deteksi dini dilakukan melalui pelaksanaan tes urine di lokasi yang dicurigai terdapat penyalahgunaan narkoba.
"Nantinya kami akan melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, atau komunitas masyarakat, serta daerah perbatasan yang rawan untuk masuk narkoba. Selain itu, kami akan melakukan tes urine di lokasi yang terindikasi pemakai narkoba," papar Ikhwan.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan, apabila dalam tes urine ditemukan hasil positif, maka yang bersangkutan akan diarahkan untuk mengikuti program rehabilitasi.
"Apabila hasil tes urine positif maka orang bersangkutan akan direhabilitasi sehingga mereka nanti sadar akan bahaya narkoba dan tidak akan mengulanginya atau menggunakannya kembali," ucapnya.
Ikhwan menegaskan ruang lingkup kerja BNK bukan hanya terbatas pada institusi pemerintahan tetapi meliputi seluruh elemen masyarakat Kabupaten Paser.
"Kami kerja bukan hanya pada ruang lingkup pemerintahan saja dalam hal ini OPD, tetapi juga menyasar seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Paser," tegasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, khususnya dalam menyampaikan informasi apabila terdapat indikasi peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
"Kami juga membutuhkan informasi dari semua lapisan masyarakat. Silahkan disampaikan kepada BNK untuk kita tangani bersama," kata Ikhwan. (Adv)
