Samarinda (ANTARA) - Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membidik peran krusial dalam memerangi peredaran narkoba demi menyelamatkan para penerus bangsa menuju generasi emas.
"Kami menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam menanggulangi kejahatan narkoba," kata Kombes Pol Syarifuddin Muhammad yang memimpin tim Puslitbang Polri melakukan kunjungan kerja ke Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa.
Menurut dia, penanganan narkotika membutuhkan sinergi kuat, tanggung jawab, dan integritas tinggi dari seluruh elemen bangsa, bukan sekadar upaya sektoral.
Upaya ini, kata dia, diarahkan untuk menyelamatkan generasi emas dari bahaya narkotika, sekaligus membangun masyarakat yang sehat, sejahtera, dan memiliki ketahanan sosial yang kuat, khususnya di era pascapandemi.
Syarifuddin mengungkapkan bahwa Puslitbang Polri saat ini berfokus pada peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia Polri.
"Ini mencakup peningkatan kualitas pendidikan dan profesionalitas personel guna mendukung kinerja kepolisian yang adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan narkoba," ujarnya.
Kedatangan tim Puslitbang Polri disambut oleh Wakapolresta Samarinda AKBP Heri Rusyaman beserta jajaran.
Kunjungan ini merupakan bagian dari penelitian bertema "Menyelamatkan Generasi Emas: Peran Polri dalam Menanggulangi Kejahatan Narkoba", yang menyoroti urgensi strategi nasional dalam menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks.
Heri menyoroti realitas pahit bahwa sebagian besar bahan baku narkotika di Indonesia berasal dari luar negeri, khususnya Malaysia.Meskipun Malaysia bukan produsen utama, negara tersebut sering menjadi titik transit vital sebelum barang terlarang itu menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.
"Ini adalah potret nyata peredaran narkotika yang kita hadapi, baik skala nasional maupun internasional," ujarnya.
