Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperkuat komitmen dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi, khususnya di sektor pertanian melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak, salah satunya Yayasan Swantantra Pangan Nusantara.
"Kami sangat mengapresiasi bantuan sumbangsih luar biasa Yayasan Swantantra Pangan Nusantara mendukung pendidikan vokasi pertanian di salah satu SMK di Kaltim. Ini adalah langkah konkret dalam meningkatkan SDM di daerah ini," ujar Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat menghadiri penyerahan bantuan 50 laptop dan sejumlah kambing dari Yayasan Swantantra Pangan Nusantara kepada SMK Al Jabal Nur Samboja, Kutai Kartanegara, Sabtu.
Seno Aji menegaskan bahwa Pemprov Kaltim memiliki visi "Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas", yang diwujudkan melalui program pendidikan gratis. Program ini mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa S1, S2, dan S3, serta Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis untuk siswa SMK, SMA negeri, dan swasta di seluruh Kaltim.
Ia menyoroti keseriusan SMK Al Jabal Nur dalam bidang pertanian dan peternakan. Pihaknya berharap anak-anak Kaltim dapat kembali menekuni sektor pertanian dan peternakan tanpa malu.
Baca juga: Dishut Kaltim perkuat kelompok tani hutan guna Asta Cita daulat pangan
"Profesi petani saat ini sangat menjanjikan, dengan harga gabah mencapai Rp6.500 per kilogram," tambahnya.
Dalam upaya mencapai swasembada pangan di Kaltim pada tahun 2026, Pemprov Kaltim telah menyalurkan berbagai bantuan pertanian, mulai dari pupuk hingga alat pertanian modern seperti traktor.
Seno Aji meminta Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim untuk aktif memberikan pelatihan kepada siswa SMK Al Jabal Nur, memastikan pemanfaatan optimal dari bantuan tersebut.
"Kami ingin anak-anak kita tidak malu menjadi petani atau peternak. Mereka harus mampu berkontribusi dalam mewujudkan swasembada beras di Kaltim," ujarnya.
Baca juga: Ketua Kelompok Tani Busang sanggah tuduhan negatif soal konflik lahan sawit
