Samarinda (ANTARA Kaltim) – Banyaknya pembangunan di Kutai Kartanegara yang terhambat karena pembebasan lahan membuat anggota Komisi DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry menekankan harus ada sinergi pembangunan antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar.

“Terkait program- program yang ada di Kutai Kartanegara, sudah sering dianggarkan namun terkendala pembebasan lahan. Saya ingin tekankan perlunya sinergi pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota maupun kabupaten untuk menangani masalah tersebut,” ucapnya.

Menurut Sarkowi program unggulan harus memperhatikan sisi sinergi pembangunan. Seperti meminta bantuan keuangan untuk pembangunan jalan dan jembatan, ataupun bantuan untuk pertanian, semisal pengadaan ternak, bibit dan pupuk.

“Jangan sampai terjadi kesalahan program prioritas. Misalnya ada program prioritas di kabupaten, namun ternyata tidak di provinsi. Semua harus menghilangkan ego masing-masing. Betul-betul diperhitungkan mana program prioritas yang sesuai harapan masyarakat, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelasnya.

Lebih lanjut Sarkowi mengatakan untuk menghindari kesalahan program prioritas, maka dalam rapat Musrenbang semua harus terhubung. Di mana pemprov sangat mendukung program- program prioritas, termasuk di Kutai Kartanegara.

“Contohnya saja untuk pembangunan jembatan. Harus ada sharing anggaran antara APBD dan APBN. Termasuk juga perhatian pemprov mendukung perbaikan jalan- jalan nasional sepanjang kurang lebih dua 2.000 kilometer  yang ada di Kaltim. Di mana alokasi APBN sebesar Rp 400 miliar sudah termasuk untuk perbaikan jalan tersebut,” ucapnya.

Sarkowi mengharapkan semua pihak baik pemprov, pemkab dan pemkot harus sama-sama memperjuangkan ke pemerintah pusat terkait masalah tersebut, sebab diperlukan kebersamaan dalam pembangunan demi kemajuan Kaltim.

Di lain sisi, Sarkowi memberikan contoh pembangunan jembatan di Loa Kulu yang semestinya jadi program prioritas pemprov.  “Selama jembatan Kutai Kartanegara runtuh, kebutuhan transportasi masyarakat susah terpenuhi . Kondisi jalanan Loa Janan pun sudah sangat rusak berat. Oleh karena itu sangat dibutuhkan adanya dukungan anggaran provinsi dalam pembangunan tersebut,” tambahnya.

Selain pembangunan jalan di Loa Kulu, Sarkowi mengharapkan jalan pendekat dari hulu Mahakam ke jembatan Martadipura di Kota Bangun mendapat back up anggaran, agar pembangunannya cepat rampung. “Adanya jalan pendekat ini dapat memperlancar kegiatan dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” katanya. (Humas DPRD kaltim/adv/aul/dhi/met)




Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026