Samarinda (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sedang mengkaji mendalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Sambutan.
"Kajian intensif ini dilakukan guna menyelaraskan target proyek teknologi ramah lingkungan tersebut dengan kondisi fiskal daerah yang kini tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah," kata Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa koordinasi lanjutan bersama DLH Samarinda akan segera dilaksanakan untuk mematangkan skema eksekusi di lapangan. Salah satu opsi rasional yang dipertimbangkan adalah opsi pembangunan infrastruktur secara bertahap (phasing).
"Kami masih akan melakukan pertemuan bersama DLH untuk membahas skema terbaik agar pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," ujar Celni.
Ia menjelaskan langkah penajaman proyek PLTSa ini dipicu oleh lonjakan volume produksi sampah harian di Kota Samarinda yang terus meningkat setiap tahunnya.
Fenomena tersebut berbanding terbalik dengan daya tampung lahan pemrosesan akhir yang semakin kritis dan terbatas.
Kondisi mendesak ini memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk segera menelurkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
Baca juga: Pemkot Samarinda siapkan lahan 13 hektare olah sampah jadi listrik
"Maka dari itu, pemetaan solusi jangka panjang sangat krusial, baik melalui adopsi teknologi pengolahan sampah modern mumpuni maupun perluasan kapasitas penampungan fisik," tambah Celni.
Celni menegaskan bahwa kalkulasi kelayakan komprehensif mutlak diperlukan agar mega proyek ini realistis dan tidak menjadi bom waktu bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Di sisi lain, parlemen juga mengingatkan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak boleh bertumpu pada pembangunan infrastruktur hilir semata.
Sektor hulu—khususnya keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga dan menekan penggunaan kantong plastik sekali pakai—harus berjalan beriringan.
"Edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah dari rumah masih harus diperkuat secara masif agar sistem pengelolaan di hilir dapat berjalan jauh lebih efektif," tegasnya.
Selain urusan anggaran dan teknologi, DPRD Samarinda turut menyoroti lini operasional lapangan yang dinilai masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan tangguh.
Baca juga: Kaltim dan Kementerian percepat pembangunan PSEL di Balikpapan-Samarinda
Pekerjaan di sektor pengelolaan sampah dinilai memiliki beban kerja fisik dan risiko kesehatan yang tinggi, sehingga membutuhkan manajemen ketenagakerjaan dan apresiasi yang matang.
Melalui sinergi kajian kelayakan ini, DPRD Kota Samarinda berharap proyek PLTSa TPA Sambutan tidak sekadar menjadi program mitigasi jangka pendek, melainkan menjelma sebagai fondasi
utama perwujudan ekosistem lingkungan perkotaan Samarinda yang bersih, modern, dan berkelanjutan di masa depan. (Adv)
Pewarta: ArumantoEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026