Sangatta (ANTARA Kaltim) - Warga Desa Malupan, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, yang masih dilanda banjir setinggi sekitar satu meter panen ikan di tengah musibah yang menimpa mereka.
"Banjir air membawa berkah dan rejeki. sebab selama banjir warga bisa menangkap ikan sungai setiap hari," kata Fatul, Kepala Desa Malupan, Senin.
Menurut Kades Fatul, berbagai jenis ikan tawar yang ditangkap warga seperti gabus, lele, biawan, patin hingga udang sungai, yang kalau dihitung rata-rata bisa mencapai sekitar tiga ton.
Warga menangkap ikan di sepanjang aliran sungai Malupan hingga perbatasan Desa Kutai Kartanegara masuk Sungai Mahakam, dengan cara tradisional seperti menggunakan bubu, kawat laket dan alat tangkap tradisional lainnya.
Ikan dari hasil tangkapan warga dijual ke Tenggarong dan Samarinda dan hasilnya dibagi rata dengan warga lainnya yang rumahnya terendam banjir.
Kades Fatul mengatakan banjir memang sering melanda Desa Malupan hampir terjadi saat musim hujan dan saat Sungai Mahakam meluap, karena Desa Malupan terletak di daerah rendah.
Namun, di balik musibah karena rumah terendam hingga berhari-hari, tetapi juga ada rejeki dan berkah dari banjir karena ikan naik dan menjadi pendapatan warga.
Dikatakannya, hingga Senin (6/5) air masih menggenangi desanya dan warga masih tidur di dalam rumah dengan membuat rumah panggung.
"Bantuan sembako sudah datang dan seluruh warga sudah mendapatkan jatah, diserahkan pak Camat dan BPBD hari Minggu (5/5)," katanya. (*)
