Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Provinsi Kaltim dipercaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi tuan rumah Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pada 2013, sehingga mulai saat ini Dinas Pendidikan setempat harus mempersiapkan diri.

"Bendera O2SN untuk penyelanggaraan 2013 sudah diserahkan ke Provini Kaltim yang diterima Sekretaris Dinas Pendidikan Kaltim. Penyerahannya bertepatan dengan penutupan O2SN 2012 di Palembang tanggal 11 Juli," ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP dan SMA Dinas Pendidikan Kaltim, Asli Nuryadin di Samarinda, Sabtu.

Gelaran O2SN mulai jenjang SD hingga SMA tersebut akan diikuti sekitar 4.000 atlet dan ofisial dari 33 provinsi di Indonesia, sehingga Kaltim mulai kini harus mempersiapkan segala sesuatunya supaya kegiatan itu tidak mengecewakan.

Rencananya O2SN akan dipusatkan di kompleks Stadion Madya Sempaja, Samarinda. Namun jika di lokasi itu tidak mencukupi, maka cabang olahraga lainnya akan digelar di sejumlah venus yang tersebar di Samarinda.

Untuk cabang olahraga (cabor) jenjang SMA yang digelar di Kaltim nanti, terdapat lima cabang yang dipertandingkan, yakni atletik, bulu tangkis, karate, pencak silat, dan tenis meja. Kemudian jenjang SMP terdapat 12 cabang olahraga dan jenjang SD ada lima cabang olahraga.

Dia berharap kepada atlet dan pelatih yang ada di Kaltim mulai dari jenjang SD hingga SMA agar mulai kini mempersiapkan diri supaya dapat berperan dalam kegiatan nasional mendatang.

Cara dapat yang ditempuh di antaranya, masing-masing sekolah di semua kabupaten dan kota agar terus melakukan pemantauan yang dilanjutkan dengan pembinaan, terutama bagi atlet yang berbakat di bidangnya.

Pencarian bakat tersebut di antaranya guru sudah bisa memilah siswa kelas 1 dan 2 jenjang SMP dan SMA agar bibit yang sudah kelihatan untuk masing-maisng cabang olahraga, agar terus mendapat perhatian dan pembinaan.

Sedangkan bagi jenjang SD, pencarian bakat untuk O2SN dapat dilakukan mulai kelas 3 hingga kelas 5. Namun demikian, bagi siswa kelas 1 pun jika bakat itu sudah terlihat, maka sekolah dan pemerintah daerah juga sebaiknya terus melakukan pemantauan dan pembinaan.

Alasannya adalah keterampilan bidang olahraga baik sepak bola, bulu tangkis, pencak silat dan jenis cabor lainnya, kehebatannya tidak dapat diperoleh dengan instan, namun harus terus dilakukan sejak dini dan secara intensif dengan tiada putus.

"Jika pencarian bibit unggul dan pembinan olaharga dilakukan sejak dini, maka hasil yang diperoleh sangat memuaskan bukan hanya dalam kegiatan seperti O2SN, namun akan berdampak pada semua kegiatan olahraga, baik peroleh prestasi di tingkat nasional maupun internasional," ujar Asli.  (*)

Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar