Sabtu, 22 Juli 2017

Banjir di Samarinda Makin Meluas

id banjir, banjir samarinda, hujan deras, BMKG Temindung, banjir meluas
Banjir di Samarinda Makin Meluas
Pengendara sepeda motor melintasi genangan air (banjir) di Jalan Gelatik Samarinda, Kamis (6/4). (ANTARA Kaltim/HO/BPBD Samarinda)
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang awalnya terjadi di Perumahan Bengkuring pada Senin (3/4), dalam empat hari ini kian meluas dan ketinggian air terus naik hingga menggenangi sejumlah kawasan kota, bahkan sampai Jalan Gatot Subroto.

"Sekarang di Blok C Perumahan Bengkuring ketinggian air mencapai 1,5 meter dan banyak warga yang mengungsi. Sedangkan di rumah ibu saya, di Blok D yang datarannya agak tinggi, di jalanan tinggi genangan air sekitar 60 cm dan rumah kami terendam setinggi 25 cm," ujar Wiwid Marhaendra Wijaya, warga Perumahan Bengkuring Samarinda, Kamis.

Pada Rabu (5/4), lanjutnya, ketinggian air yang masuk rumahnya masih setinggi 20 cm, namun mulai siang ini debitnya meningkat sehingga ketinggiannya menjadi 25 cm.

Akibat ketinggian air bertambah, kawasan yang dilanda banjir juga meluas, antara lain di Perumahan Griya Mukti, kawasan Gunung Lingai, kawasan Pemuda yang meliputi Jalan Pemuda, Pemuda I, Pemuda II, Pemuda III, Pemuda IV.

Kemudian Jalan Kesehatan, Jalan Gelatik, Jalan Letjen Sutoyo, Jalan D.I Panjaitan bagian dalam, terutama yang dekat dengan bantaran Sungai Karang Mumus.

Menurut Lurah Gunung Lingai, Syarifuddin, banjir di wilayahnya antara lain di RT 5, 6 dan RT 7 dengan ketinggian air satu sampai 1,5 meter. Sementara di RT 1, 2 dan RT 3 juga terkena banjir tapi tidak dalam.

Total jumlah rumah warga yang terendam banjir di Gunung Lingai diperkirakan lebih kurang 1.000 rumah.

Banjir yang melanda Kota Samarinda dalam empat hari ini diakibatkan hujan yang mengguyur beberapa kali dengan intensitas tinggi, ditambah pula hujan di Muara Badak (Kutai Kartanegara) yang merupakan bagian hulu Sungai Karang Mumus, sehingga debit air sungai terus naik.

Dari pantauan Antara, banjir yang melanda sejumlah kawasan jalan utama di Samarinda mengakibatkan banyak kendaraan yang memutar mencari jalan lain yang tidak banjir, sehingga menimbulkan kemacetan di beberapa jalan alternatif.

Jalan Sentosa, misalnya, dalam keadaan normal di jalur ini tidak pernah macet karena merupakan jalan pinggiran, namun karena Jalan Remaja, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pemuda banjir, maka banyak pengendara yang memutar lewat Jalan Sentosa, sehingga di saat-saat tertentu jalan ini menjadi macet. (*)

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0152 seconds memory usage: 0.35 MB