Tarakan  (ANTARA News Kaltim) - Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur, menergetkan bebas "blank spot" (wilayah yang tidak terkoneksi jaringan telekomukasi) pada 12 kecamatan di daerah itu hingga 2013 mendatang.

Bupati Malinau, Yansen TP, Minggu, menyatakan, sebagian besar wilayah di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu masih terisolasi, baik akibat kendala telekomunikasi maupun infrastruktur jalan.

Ia mengatakan itu, saat kunjungan kerja Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak di wilayah Utara yang berlangsung pada 9 hingga 15 Juli 2012.

"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimatan Timur (Kaltim) yang memprogramkan pembangunan `tower` (menara) di Kecamatan Kayan," ujarnya.

Selanjutnya, menurutnya, pihak Telkomsel akan menggunakan `tower` tersebut sebagai `Base Transceiver Station` (BTS).

Bahkan berikutnya, menurutnya, Telkomsel membantu pembangunan `tower` di Kecamatan Kayan Selatan.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau juga memberi apresiasi ke pihak Telkomsel yang telah membangun lima BTS dan merencanakan menambah empat lagi pada 2012, tiga di antaranya merupakan BTS khusus perbatasan.

Pemkab Kabupaten Malinau, demikian Yansen, telah merencanakan membangun `Vsat` di delapan kecamatan, termasuk pada beberapa wilayah yang perbatasan langsung dengan Malaysia.

"Secara keseluruhan, masalah `blank spot` akan tuntas hingga 2013. Jadi, kami targetkan tidak ada lagi wilayah yang tidak terkoseksi dengan jaringan telekomunikasi termasuk di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia pada 2013," harapnya.

Selain keterisolasian dari jaringan telekomunikasi, menurutnya, sebagian besar wilayah Kabupaten Malinau masih sulit dijangkau melalui transportasi darat.

Dikatakan, proram pembuatan jalan yang selama ini direncanakan untuk membuka isolasi darat di beberapa wilayah perbatasan masih terbentur kebijakan pemerintah sendiri.

"Misalnya, beberapa proyek jalan di wilayah perbatasan tidak bisa dilakukan karena harus melalui Taman Nasional Kayan Mentaran," paparnya.

Disebutkannya, kondisi inilah yang membuat beberapa wilayah perbatasan masih terisolasi, sehingga pihaknya meminta adanya kebijakan pemerintah untuk memberikan solusi.

"Ini sangat penting, agar masyarakat di perbatasan juga dapat menikmati kebebasan dari keterisolasian yang sudah berlangsung selama puluhan tahun," ungkap Yansen TP.  (*)



Pewarta: Amirullah
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026