Balikpapan (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) menyiagakan 1.108 personel dan 95 pos koordinasi siaga distribusi untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Kami seluruh insan PLN bersiaga penuh agar masyarakat dapat merayakan momen akhir tahun dengan aman dan nyaman,” kata General Manager (GM) PLN UID Kaltimra Muhammad Chaliq Fadli di Balikpapan, Kamis.
Selain personel yang siaga di pos, yang sebagian besar adalah kantor-kantor layanan PLN, juga disiapkan tim teknis yang bertugas melakukan patroli jaringan secara berkala. Patroli ini dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan lebih dini dan memastikan setiap peralatan distribusi berfungsi optimal.
GM Chaliq juga menjelaskan, personel telah dilengkapi dengan peralatan pendukung modern. Dengan sistem monitoring digital, kondisi jaringan dapat dipantau secara real time sehingga penanganan gangguan bisa dilakukan lebih cepat.
“Kami juga juga memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas instansi,” katanya.
Ia menyebutkan, koordinasi rutin dan pertukaran informasi lapangan dengan instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, dan instansi terkait lainnya dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan bersama serta mempercepat respons apabila dibutuhkan.
Selama periode siaga Nataru, PLN juga berfokus melakukan pengamanan di 172 lokasi ibadah, fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, kantor polisi dan markas TNI, hingga pusat aktivitas masyarakat seperti pusa perbelanjaan.
Dikemukakannya bahwa Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mendapat pasokan energi listrik dari Sistem Mahakam, sistem distribusi yang membentang dari Tanah Grogot di Paser di selatan, hingga Tideng Pale di Tana Tidung, Kalimantan Utara. Juga menjadi bagian dari sistem itu sejumlah sistem terpisah, terutama untuk kawasan atau kota yang berada di pulau tersendiri seperti Kota Nunukan di Pulau Nunukan, Kota Tarakan di Pulau Tarakan, atau sementara ini Kota Malinau di Kabupaten Malinau.
Sistem Mahakam memiliki daya mampu sebesar 1.382,95 Megawatt (MW), sementara beban puncaknya pada periode Nataru diperkirakan akan mencapai 993,8 MW,

“Cadangan daya kita di Kaltim dan Kaltara seluruhnya sebesar 389,15 MW, insya Allah sangat aman,” tegas Chaliq.
Beban puncak 993,8 MW tersebut adalah perkiraan optimistis peningkatan sekira 14 persen dibandingkan beban puncak di masa Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
PLN UID Kaltimra juga memastikan 77 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 58 lokasi beroperasi normal selama 24 jam agar pengguna kendaraan listrik tetap dapat beraktivitas seperti biasa selama masa liburan Nataru.
“Kami berkomitmen menjaga terang tetap menyala,” tegas Chaliq.
