Balikpapan (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus memperluas akses edukasi pasar modal hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
“Sepanjang tahun 2025, BEI Kaltim–Kaltara telah melaksanakan 945 kegiatan edukasi pasar modal, baik secara online maupun offline, mencakup seminar, kuliah umum, pelatihan, dan sosialisasi. Edukasi dilakukan langsung di lapangan, termasuk di daerah yang sulit dijangkau, sebagai bentuk komitmen meningkatkan literasi dan inklusi keuangan,” kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Kaltim–Kaltara Ferdinan Sihombing, di Balikpapan, Senin.
Ia mengatakan kegiatan edukasi antara lain pengenalan pasar modal untuk pelajar di Mahakam Ulu (27 Oktober), pembekalan guru di Tana Tidung (25 November), serta sosialisasi bagi pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (24 Oktober). BEI juga melaksanakan program CSR berupa pembangunan sumur bor di Pondok Pesantren Al Banjari, Balikpapan (12 September), serta mendukung komunitas pemuda melalui acara “Having Fund Run” (7 September) yang diikuti sekitar 1.000 peserta.
Menurutnya data per Oktober 2025 menunjukkan jumlah investor pasar modal di Kaltim mencapai 311.459 SID, dengan 150.532 di antaranya SID saham. Di Kaltara, tercatat 41.835 SID pasar modal dan 18.071 SID saham. Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara menjadi tiga kota dengan jumlah investor terbanyak.
Sihombing juga menambahkan, perluasan sosialisasi tersebut tak lepas dari peran internet yang kini menjangkau hampir semua lapisan masyarakat.
Dikemukakannya, tanpa internet, akses pasar modal akan tetap terbatas di kota besar. Dengan internet, masyarakat di wilayah 3T bisa membuka rekening efek secara daring, mengikuti seminar online, sekaligus berisiko terpapar investasi ilegal. Karena itu, edukasi menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya bisa mengakses pasar modal, tetapi juga memahami cara berinvestasi yang aman dan legal.
Sihombing menambahkan, melalui berbagai inisiatif yang dilaksanakan sepanjang tahun, Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus berupaya memperluas jangkauan literasi dan inklusi pasar modal di wilayah Kaltim dan Kaltara.
Ia menuturkan melalui berbagai inisiatif, BEI Kaltim–Kaltara berupaya memperluas jangkauan literasi dan inklusi pasar modal dari pusat kota hingga wilayah 3T. Edukasi dipandang sebagai bagian penting membangun masyarakat yang lebih berdaya, adaptif, dan siap menghadapi dinamika ekonomi. Dengan meningkatnya pemahaman investasi, fondasi ekonomi daerah dan nasional diharapkan semakin kuat.
Sihombing menambahkan kantor BEI Kaltim–Kaltara perwakilan membawahi 15 kabupaten/kota, termasuk Balikpapan, Samarinda, Bontang, Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Mahakam Ulu, Tarakan, Nunukan, Bulungan, Malinau, Tana Tidung, dan Kutai Barat.
