Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Kabupaten Malinau meminta kepada Pertamina wilayah Kalimantan Timur untuk menambah agen pendistribusi bahan bakar minyak seperti Agen Premium Minyak Solar (APMS) dan Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) karena adanya fakta kelangkaan BBM di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah di Samarinda, Senin mengakui minimnya pendistribusi BBM ke wilayahnya dengan hanya 3 APMS dan belum adanya SPBU berdiri.

"Di wilayah kami baru tiga agen APMS sebagai pendistribusi kebutuhan BBM dan untuk SPBU memang belum ada sama sekali, makanya kami meminta tambahan penyalur minyak tersebut untuk memenuhi kebutuhan warga kami," kata Topan Amrullah.

Dari tiga agen penyalur tersebut kuota BBM untuk warga Malinau sekitar 520 ton per bulan untuk mencukupi kebutuhn warga di 109 desa.

"Informasinya Pertamina bakal menambah 25 SPBU mobil di seluruh Kalimantan, saya berharap Malinau bisa mendapatkannya," kata Topan Abdullah.

Topan mengakui bahwa kebutuhan BBM dirasakan sangat sulit oleh masyarakat yang berada di wilayah perbatasan karena pendistribusiannya masih melalui transportasi udara dengan belum tersedia infrastruktur darat yang memadai.

Kesehariannya warga di sekitar perbatasan tersebut terpaksa membeli BBM eceran dengan harga Rp15 ribu sampai Rp25 ribu untuk bensin setiap liternya.

"Untuk harga yang begitu tinggi masyarakat tidak begitu mengeluh asalkan BBM-nya tersedia cukup lancar," katanya.

Bahkan tidak jarang, masyarakat perbatasan tersebut mendapatkan kebutuhan akan BBM dari negara tetangga Malaysia.

"Makanya dengan kondisi ril yang warga kami rasakan ini kami meminta Pertamina segera merelisasikan penambahan depo pengisian BBM yang kami butuhkan," tegas Topan Abdullah.  (*)



Pewarta: Arumanto
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026