Masyarakat adat Wehea intensif jaga hutan selama kemarau panjang
- 5 Oktober 2026 21:58
Petani menunjukan jagung yang pertumbuhannya kurang maksimal akibat musim kemarau di lahan pertanian kawasan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (21/9/2026). Pemerintah Provinsi Kaltim mencatat sekitar 2.400 hektare lahan pertanian di tujuh kabupaten/kota mengalami dampak kekeringan dimana sekitar 200 hektare diantaranya masuk kategori kekeringan berat. ANTARA FOTO/Angga Palguna
Foto udara lahan pertanian yang kering akibat musim kemarau di kawasan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (21/9/2026). Pemerintah Provinsi Kaltim mencatat sekitar 2.400 hektare lahan pertanian di tujuh kabupaten/kota mengalami dampak kekeringan dimana sekitar 200 hektare diantaranya masuk kategori kekeringan berat. ANTARA FOTO/Angga Palguna
Foto udara lahan pertanian yang kering akibat musim kemarau di kawasan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (21/9/2026). Pemerintah Provinsi Kaltim mencatat sekitar 2.400 hektare lahan pertanian di tujuh kabupaten/kota mengalami dampak kekeringan dimana sekitar 200 hektare diantaranya masuk kategori kekeringan berat. ANTARA FOTO/Angga Palguna
Petani menunjukan timun yang gagal panen akibat musim kemarau di lahan pertanian kawasan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (21/9/2026). Pemerintah Provinsi Kaltim mencatat sekitar 2.400 hektare lahan pertanian di tujuh kabupaten/kota mengalami dampak kekeringan dimana sekitar 200 hektare diantaranya masuk kategori kekeringan berat. ANTARA FOTO/Angga Palguna