Balikpapan (ANTARA) - Persiba Balikpapan menelan kekalahan ketiga di ajang Championship Liga 2 2026/2027 setelah takluk 0-1 dari tim debutan De Red FC di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat malam.

Musim ini, skuad Beruang Madu terpaksa menggunakan Stadion Surajaya sebagai kandang sementara karena proses renovasi total yang tengah berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan.

Hasil tersebut memperpanjang tren negatif skuad asuhan Sudirman yang gagal mengamankan poin di kandang sendiri. Sebelumnya, Persiba kalah juga di kandang karena takluk 2-3 dari RANS Nusantara FC.

Posisi tim di klasemen sementara kini semakin terpuruk, terlebih dengan beban sanksi minus 4 poin dari operator kompetisi.

Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Ridwan Pahala tersebut, Persiba sebenarnya sempat mencetak gol cepat melalui Jay Amru Ghoni pada menit keempat. Namun, wasit menganulir setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR) karena terjadi pelanggaran lebih dulu.

Gawang Persiba yang dikawal Pancar Nur Widiastono akhirnya kebobolan lewat tendangan Mochammad Supriadi pada menit ke-40. Keunggulan 1-0 untuk skuad besutan Aji Santoso tersebut bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih Sudirman mencoba melakukan sejumlah rotasi dan perubahan taktik dengan memasukkan Flavio Cameron Sigah dan Abdul Rahman untuk meningkatkan daya gedor. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan lini serang Beruang Madu guna membongkar disiplin lini belakang lawan.

Kendati mendominasi penguasaan bola di paruh kedua, penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat setiap peluang emas terbuang percuma. De Red FC yang tampil lebih sabar di bawah komando kapten Abdul Aziz Lutfi Akbar justru beberapa kali mengancam lewat skema serangan balik cepat yang memaksa barisan pertahanan Persiba bekerja ekstra keras.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, upaya Beruang Madu mencetak gol balasan selalu kandas di rapatnya lini pertahanan lawan. Skor 0-1 tetap tidak berubah untuk kemenangan tim tamu.

Dengan hasil ini, manajemen dan jajaran pelatih dituntut segera melakukan evaluasi total, khususnya dalam hal ketajaman lini depan dan konsistensi permainan. Terlebih lagi, dengan situasi minus poin di klasemen, margin kesalahan Persiba di sisa kompetisi semakin tipis dan setiap pertandingan praktis menjadi laga hidup-mati. ***



Pewarta: Novi Abdi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026