Balikpapan (ANTARANews - Kaltim) - Pemkot Balikpapan programkan perluasan Hutan Lindung Sungai Wain, salah satu kawasan konservasi hutan strategis di Kaltim karena meskipun dekat dengan pusat kota namun terhadap kehidupan liar berbagai satwa langka.

"Saat ini jumlah luasan di HLSW sekitar  9.000 hektar dan mau kita tambah lagi 4.000 ha," kata Wakil Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi di Balikpapan, Sabtu.  

Program tersebut memang menghadapi hambatan, terkait dengan masalah pembebasan lahan tersebut karena masih menjadi milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII yang dijadikan Hutan Tanaman Industri (HTI).  

Kawasan milik PTPN yang diinginkan pemkot dengan luas 4.000 hektare tersebut terletak di sebelah barat HLSW, dan menurut Rizal kawasan tersebut sudah tidak potensial lagi.  

"Namun PTPN masih harus memikirkan lagi untuk melakukan pembebasan lahan tersebut kepada pemkot, terutama dari sisi administrasinya harus jelas," katanya.  

Rizal mengatakan bahwa keuntungan yang akan diperoleh dari penambahan luas lahan HLSW diantaranya adalah pengamanan di sekitar kawasan akan semakin diperketat dan cadangan air yang terserap akan semakin banyak.  

"Karena selama ini HLSW merupakan sumber air utama untuk masyarakat di Balikpapan, maka kawasan hutannya harus dijaga agar air yang terserap lebih banyak," katanya.  

Selain itu, pengamanan pun diperketat karena sudah adanya akses jalan di sekitar kawasan hutan, agar tidak ada praktik perambahan serta pembalakan liar, kata Rizal, menambahkan.  

HLSW juga merupakan salah satu obyek wisata unggulan Kota Balikpapan yang merupakan gambaran dari hutan tropis yang terletak di sebelah Utara kota "Minyak" serta  kombinasi antara hutan primer (hutan asli, red) dan hutan sekunder yakni hutan buatan pengganti hutan yang terbakar di tahun 1997 dan 1998.  

Terdiri atas  hutan Dipterocarpa dataran rendah, hutan Dipterocarpa perbukitan, hutan air terbuka dan air tawar, hutan Riparian dengan liran Sungai Wain sepanjang  kira-kira 18.300 meter dengan hutan bakau di tepiannya.  

Obyek-obyek di area HLSW adalah dapat melihat jenis pohon hutan khas Kalimantan yakni Bangkirai, Ulin, Meranti, Keruing dan Gaharu yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Kawasan itu meskipun dekat dengan pusat kota, yakni sekitar 15 Km dari Kecamatan Balikpapan Utara namun terhadap kehidupan liar berbagai satwa langkah khas Borneo, misalnya rusa, uwa-wa, orangutan dan beruang madu, satwa ini telah ditetapkan menjadi maskot Kota Balikpapan.




Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026