Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan menggelar Rapat Koordinasi Teknis Daerah Peternakan dengan pihak terkait dari kabupaten/kota guna membahas berbagai hal terkait komitmen mewujudkan populasi dua juta ekor sapi.

"Rakortekda Peternakan akan digelar pada 2-3 Maret 2016 di Pendopo Lamin Etam Samarinda dalam rangkaian Rakor Ketahanan Pangan yang melibatkan kabupaten/kota se-Kaltim," ujar Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kaltim Dadang Sudarya di Samarinda, Senin.

Menurut ia, Rakor Ketahanan Pangan merupakan acara penyatuan beberapa kebijakan lintas sektoral mengenai beberapa komoditas pangan, sehingga kegiatan ini melibatkan semua dinas yang menangani sektor pangan.

Dinas terkait yang akan mengikuti rakor tersebut, antara lain Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP), Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan.

Sementara untuk Rakortekda Dinas Peternakan akan mengambil tema "Membangun Komitmen Pengembangan Sapi Potong Menuju Dua Juta Ekor Sapi".

Rakor bidang peternakan ini merupakan pertemuan yang melibatkan lintas sektor dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota yang menangani subsektor peternakan.

Berbagai hasil pertemuan yang diperoleh dari Rakortekda mendatang, lanjut Dadang, akan menjadi rumusan saat penutupan Rakor Ketahanan Pangan oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

"Rakortekda 2016 merupakan satu momentum penting dalam upaya menyatukan kebijakan pembangunan peternakan mulai tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota," kata Dadang.

Menurut ia, semua kebijakan dalam rakor bermuara dari kebijakan membangun ketahanan pangan, terutama ketersediaan daging ternak melalui program populasi dua juta ekor sapi pada 2018.

Dadang meyakini Kaltim akan dapat mewujudkan dua juta ekor sapi, sehingga bisa swasembada pangan daging, bahkan bisa menjual sapi ke luar daerah di masa mendatang.

"Cita-cita tersebut akan terwujud karena mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, perusahaan sawit, bahkan kalangan perbankan juga mengucurkan modal usaha bagi peternak sapi untuk mengembangkan peternakannya," tambah Dadang. (*)

Pewarta: M Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026