Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjamin ketersediaan stok pupuk bagi petani di wilayahnya tetap dalam kondisi aman di tengah industri pupuk di daerah tersebut telah menembus skala pasar global.

"Saya mewakili Pemprov Kalimantan Timur menyambut Menteri Pertanian bersama para pemangku kebijakan terkait di Bandara Samarinda, dengan tujuan ke Pupuk Kaltim Bontang untuk meresmikan ekspor ke Australia" ujar Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur Fahmi Himawan di Kota Samarinda, Sabtu.

Kunjungan Mentan tersebut difokuskan pada peresmian ekspor oleh PT Pupuk Kalimantan Timur berupa pengiriman mencapai sebanyak 250.000 metrik ton urea menuju Australia.

Ekspor ini merupakan wujud implementasi konsep kerja sama resmi antarpemerintah dalam memperkuat stabilitas sektor pertanian serta menjamin keamanan rantai pasok pupuk.

"Di tengah tantangan global dan kenaikan harga pupuk dunia, Kalimantan Timur mampu menjaga stabilitas ketersediaan pasokan dengan stok aman," ujar Fahmi.

Baca juga: Pupuk Kaltim bangun fasilitas TPS 3R senilai Rp1,13 miliar di Bontang

Khusus untuk wilayah Kalimantan Timur sendiri saat ini telah tersedia sekitar 10.000 ton pupuk unggulan guna mendukung kebutuhan petani dan kelancaran musim tanam.

Selain Australia, negara lain seperti India kini juga mulai menyatakan minat serius untuk segera mengimpor pupuk urea dari Pupuk Kaltim dengan kebutuhan mencapai 500.000 ton.

Menurut dia, minat tersebut menunjukkan semakin kuatnya tingkat kepercayaan dunia terhadap pesatnya kapasitas produksi pupuk dari fasilitas industri Pupuk Kaltim.

"Hal membanggakan ini karena Pupuk Kaltim tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga dipercaya sebagai mitra strategis pasar internasional," ucap Fahmi.

Keseimbangan antara pemenuhan kuota ekspor serta penjagaan stok lokal merupakan upaya pemerintah guna terus berupaya meningkatkan daya saing produksi secara maksimal.

Baca juga: Desa Labangka-Uniba ajak petani sawit pupuk organik dari tandan



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026