Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur berupaya menekan angka kematian bayi melalui optimalisasi pelayanan kesehatan gratis (PKG) sebagai program unggulan pemerintah provinsi.

"Salah satu fokus utama dalam PKG adalah pelayanan khusus bagi ibu hamil dan anak-anak," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Selasa.

Berdasarkan data kesehatan Kaltim, sejak awal Januari 2026 hingga kini, tercatat 123 kasus kematian bayi berusia di bawah satu tahun. Dari total jumlah kasus tersebut, terdapat 80 bayi yang lahir dengan kondisi berat badan di bawah 2,5 kilogram.

Untuk merespons situasi ini, pemerintah daerah mengintensifkan peranan tenaga medis dalam usaha memperluas jangkauan layanan agar semua masyarakat pelosok dapat mengakses bantuan kesehatan secara gratis tanpa kendala.

Ia menjelaskan program PKG tersebut mencakup berbagai tindakan seperti pemeriksaan kehamilan rutin setiap bulan, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, serta imunisasi lengkap bagi bayi dan balita.

Baca juga: Pakar Gizi: Kualitas protein ASI lebih unggul untuk pencernaan bayi

"Pelayanan Kesehatan Gratis ini diberikan secara komprehensif, mulai dari pemantauan kesehatan ibu hamil hingga pemberian vaksinasi pada anak-anak dengan tujuan memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal sejak dalam kandungan," ujar dia.

Pihaknya selalu menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam hal memanfaatkan program-program kesehatan gratis yang telah disediakan pemerintah provinsi secara maksimal demi kesejahteraan bersama.

"Selain itu juga ada program Cek Kesehatan Gratis yang merupakan program dari pemerintah pusat," kata Jaya.

Menurutnya, tingkat kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan melalui program pemeriksaan gratis ini pasti berdampak positif pada upaya pencegahan berbagai penyakit dan deteksi dini potensi masalah.

"Ini adalah investasi penting untuk kesehatan diri sendiri, keluarga dan masa depan daerah kita," ucap Jaya.

Baca juga: Dinkes Kaltim tanggapi dugaan kelalaian medis bayi di Puskesmas Batuah



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026