Saat penanganan daging kurban, aspek kebersihan, higiene personal, dan sanitasi lingkungan harus diperhatikan. Hewan yang disembelih harus dipastikan sehat agar menghasilkan daging berkualitas

Samarinda (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur membagikan tips kepada masyarakat dalam mengelola serta menyimpan daging kurban agar daging yang dikonsumsi tetap aman, sehat, utuh, dan halal.
Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kaltim, drh. Dyah Anggraini di Samarinda, Senin, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi, mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi.

"Saat penanganan daging kurban, aspek kebersihan, higiene personal, dan sanitasi lingkungan harus diperhatikan. Hewan yang disembelih harus dipastikan sehat agar menghasilkan daging berkualitas," ujar Dyah.

Ia mengungkapkan untuk menjamin kualitas hewan, DPKH Kaltim telah menerjunkan tim pengawasan dan pemeriksaan ke lapak penjualan serta peternakan.

"Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan tidak kurus sebelum disembelih," jelas Dyah.

Ia juga mengingatkan agar proses penanganan daging dilakukan secara higienis, antara lain daging tidak boleh diletakkan langsung di lantai dan daging tidak boleh dicampur dengan jeroan.

Bagi petugas pemotongan, pengemasan, dan pendistribusian harus dibedakan, kemudian penanganan harus cepat. Daging maksimal hanya boleh berada di suhu ruang selama dua jam setelah disembelih.

Sementara itu Ahli Gizi Fitriyah Noor Aini menjelaskan bahwa daging segar tidak boleh langsung diolah atau langsung dimasukkan ke pembeku (freezer). Daging harus melewati fase rigor mortis (kejang bangkai) yang berlangsung selama 6 hingga 12 jam.

"Ciri daging yang bagus adalah warnanya merah segar dan tidak berlendir. Untuk penyimpanan jangka panjang, bagi daging ke dalam porsi-porsi kecil sesuai kebutuhan sekali masak," jelas Fitriyah.

Ia menyarankan masyarakat menggunakan wadah plastik bersertifikat aman untuk makanan (food grade) atau kantong klip (zipper bag) yang bersih.

Melalui pengelolaan dan penyimpanan yang tepat, kandungan gizi daging kurban akan tetap terjaga optimal hingga siap dikonsumsi oleh masyarakat pada momentum Idul Adha.



Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026