Upaya perlindungan keanekaragaman hayati ini turut menggandeng Borneo Orangutan Survival Foundation untuk menjalankan program rehabilitasi habitat satwa endemik pulau Kalimantan
Samarinda (ANTARA) - Sebuah perusahaan sawit yang beroperasi di Kalimantan Timur PT Palma Serasih Tbk (PSGO) membuktikan bahwa kepatuhan terhadap konservasi alam dan tata kelola lingkungan terukur mampu mendongkrak laba bersih hingga Rp442,8 miliar pada 2025.
"Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan, melainkan fondasi keputusan strategis guna menciptakan nilai seimbang bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Direktur Perusahaan Perseroan Palma Serasih, Astrida Niovita Bachtiar di Samarinda, Kamis.
Capaian laba yang melonjak 26,3 persen secara tahunan ini mematahkan pandangan konservatif bahwa pelestarian lingkungan akan menghambat profitabilitas industri kelapa sawit.
Perusahaan yang memusatkan operasionalnya di Kalimantan Timur tersebut mengelola lebih dari 28 ribu hektar kebun dengan mematuhi kebijakan ketat tanpa deforestasi dan tanpa eksploitasi gambut.
Alih-alih berfokus murni pada eksploitasi lahan, perseroan justru mengalokasikan area bernilai konservasi tinggi di Kawasan Wehea-Kelay untuk dilindungi secara kolaboratif.
"Upaya perlindungan keanekaragaman hayati ini turut menggandeng Borneo Orangutan Survival Foundation untuk menjalankan program rehabilitasi habitat satwa endemik pulau Kalimantan," kata Astrida.
Keseimbangan ekosistem ini ternyata berbanding lurus dengan produktivitas lahan, di mana perseroan sukses memanen 355,2 ribu ton Tandan Buah Segar (TBS) inti.
Tingkat produktivitas yang mencapai 17,8 ton per hektar ini turut mendongkrak produksi Minyak Sawit Mentah (CPO) hingga menyentuh 140,2 ribu ton.
Disiplin pengelolaan beban kerja dan penerapan praktik agrikultur terbaik membuat pendapatan perseroan meroket 20 persen menjadi Rp2,55 triliun di tengah fluktuasi harga komoditas.
Selain berfokus pada ekologi, stabilitas pasokan bahan baku pabrik juga ditopang oleh pilar sosial berupa kemitraan strategis dengan petani plasma yang telah dirintis sejak 2009.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dan penyediaan infrastruktur pendidikan di lingkar tambang menjadi wujud distribusi nilai tambah ekonomi korporasi bagi warga sekitar.
Rangkaian standar keberlanjutan ini membuahkan hasil berupa raihan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang menjamin mutu produk kelapa sawit perusahaan di pasar global.
"Pada tahun 2026, perseroan melanjutkan ekspansi bisnis secara selektif dengan tetap menjadikan kelestarian bumi sebagai prinsip dasar dalam setiap kegiatan operasional," ungkap Astrida.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026