Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengajak desa/kelurahan menjaga adat dan budaya lokal sebagai tameng penahan arus negatif modernisasi, sehingga generasi penerus baik di kabupaten maupun Provinsi Kalimantan Timur ke depan tetap menikmati kelestariannya.

"Adat istiadat yang kita miliki harus terus dilestarikan dan ditunjukkan ke publik, termasuk kepada anak-anak sekolah agar mereka bisa mengenal dan mencintai budaya sendiri sejak dini, di tengah pengaruh modernisasi dan kuatnya pengaruh teknologi informasi," ujar Bupati di Tenggarong, Sabtu.

Ia mengapresiasi Festival Budaya Kutai Adat Lawas Nutuk Beham yang digelar di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, selama tiga hari pada Kamis 23 April hingga Sabtu 25 April ini.

Giat adat Nutuk Behem yang ia hadiri dua hari lalu tersebut merupakan salah satu upaya pemda dalam melestarikan adat dan budaya, sehingga melalui festival ini akan banyak generasi penerus bangsa yang makin mengenal kekayaan budaya daerah.

Nutuk Beham merupakan ritual adat panen padi ketan tahunan dari Suku Kutai Adat Lawas di Kabupaten Kukar, kegiatan utama tradisi ini adalah secara beramai-ramai menumbuk padi ketan muda dalam lesung dengan menggunakan alu.

Baca juga: Kukar kembangkan ekonomi kreatif menuju transformasi ekonomi

Upacara ini digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah serta penghormatan kepada leluhur. Sedangkan dalam perkembangannya, rasa syukur ini kemudian dikemas dalam bentuk festival.

Dalam kesempatan itu bupati juga ikut menyangrai (menggoreng tanpa minyak) ketan sebelum ditumbuk, sehingga acara syukuran ini makin meriah seiring adanya kehadiran bupati dan kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, serta sejumlah pejabat lain baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

"Sangat penting menjaga dan menampilkan adat istiadat sebagai identitas daerah, maka Pemkab Kukar selalu mendorong kegiatan budaya seperti ini terus dilestarikan dan ditingkatkan, termasuk melalui dukungan pembiayaan dari kecamatan pada tahun mendatang," katanya.

Pemkab Kukar, katanya lagi, tetap berkomitmen mengembangkan seni pertunjukan adat sebagai bagian dari kekayaan daerah. Bahkan ia mengingatkan agar setiap kegiatan besar, termasuk konser, harus tetap memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai adat dan budaya lokal.

"Saya berharap kegiatan budaya seperti ini juga dapat ditampilkan dalam agenda besar daerah seperti Festival Erau, sehingga tradisi turun temurun ini makin dikenal luas dan menjadi daya tarik dalam pengembangan wisata budaya," ujar Aulia.

Baca juga: Kutim siap gelar ritual adat jaga budaya hadapi modernisasi



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026