Selain untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, keberadaan Koperasi Merah Putih juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan serta memangkas rantai distribusi kebutuhan pokok masyarakat

Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, diarahkan memangkas rantai pasok bahan kebutuhan pokok dengan harapan mampu menekan harga agar daya beli masyarakat tetap terjangkau.

"Selain untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, keberadaan Koperasi Merah Putih juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan serta memangkas rantai distribusi kebutuhan pokok masyarakat," ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Senin.

Saat ini jumlah Kopdeskel Merah Putih di Kukar mencapai 237 unit yang tersebar pada 20 kecamatan. Terdiri atas 193 koperasi desa dan 44 koperasi kelurahan (semua desa/ kelurahan sudah terbentuk, berakta notaris, dan berbadan hukum).

Dilihat per kecamatan, antara lain di Kecamatan Tenggarong terdapat 24 koperasi, Kecamatan Tenggarong Seberang (21), Sebulu (18), Muara Kaman (19), Kota Bangun (17), Muara Badak (16), Anggana (15), Loa Janan (14), dan Kecamatan Loa Kulu ada 16 koperasi.

Ia bersyukur karena semua koperasi di Kukar sudah memiliki akta notaris, termasuk Koperasi Merah Putih Loa Lepu di Kecamatan Tenggarong Seberang, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran dari Nganjuk, Jatim, bersama 1.061 koperasi se- Indonesia pada Sabtu, 16 Mei.

Menurutnya, peresmian tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa, karena keberadaan koperasi selain mampu mendorong kemandirian ekonomi juga untuk memperkuat ketahanan pangan.

Peluncuran serentak kopdeskel, lanjut ia, merupakan tonggak penting dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo, sekaligus sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui Program Kukar Idaman Terbaik.

"Konsep Kopdeskel Merah Putih mengusung semangat ekonomi progresif dengan membangun ekosistem ekonomi desa yang saling terintegrasi mulai dari sektor produksi, distribusi, hingga pemasaran kebutuhan masyarakat," ujar Aulia.

Ia juga mengatakan bahwa kopdeskel menganut new economy progresif yang membangun ekosistem perekonomian menjadi penyuplai bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat sekitar.

"Melalui pembinaan kelembagaan, penguatan manajemen usaha, hingga digitalisasi koperasi, kami optimis keberadaan koperasi mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi," ujar bupati.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026