Samarinda (ANTARA) - Pengumpulan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kalimantan Timur menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2025, total pengumpulan zakat mencapai Rp20,6 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, di Samarinda, Senin, menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, melainkan instrumen strategis untuk menekan kesenjangan ekonomi dan disparitas sosial.
Ia turut mengapresiasi profesionalisme serta akuntabilitas BAZNAS Kaltim dalam mengelola dana umat.
“Capaian Rp20,6 miliar ini membuktikan potensi zakat kita sangat besar sekaligus menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi. Padahal, potensi zakat di Kaltim sebenarnya bisa mencapai Rp6 triliun,” ujar Rudy dalam agenda Kaltim Berzakat yang digelar di Aula Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim.
Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen terus mendorong partisipasi Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMD, dunia usaha, hingga sektor pertambangan dalam penguatan ZIS. Gerakan Kaltim Berzakat diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial.
“Mari kita jadikan gerakan ini sebagai solusi kesejahteraan. Semoga Allah memberkahi dan melindungi Kaltim dari segala bencana,” imbuhnya.
Baca juga: Baznas Kaltim maksimalkan potensi zakat untuk entaskan kemiskinan
Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, memaparkan data pertumbuhan ZIS yang sangat progresif. Pada 2021, dana yang terkumpul sebesar Rp6,8 miliar, kemudian naik menjadi Rp8,7 miliar (2022), Rp14,4 miliar (2023), Rp16,6 miliar (2024), hingga menembus angka Rp20,6 miliar pada 2025.
Menurut Nabhan, lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya partisipasi ASN, BUMD, serta sektor swasta yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
"Semakin banyak zakat yang terhimpun, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” jelasnya.
Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program strategis, mulai dari sektor pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi dan dakwah.
Di lingkungan Pemprov Kaltim, kontributor zakat terbesar tercatat berasal dari PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara), RSKD Balikpapan, serta Dinas Kehutanan Kaltim.
Dalam acara tersebut, dilakukan pula penyerahan zakat secara simbolis dari PT Migas Mandiri Pratama (MMP) sebesar Rp160 juta dan Bankaltimtara senilai Rp3,6 miliar.
Baca juga: Kemenag sebut penyaluran zakat tidak untuk MBG
