Operasional kilang tetap berjalan normal selama Idul Fitri sebagai wujud komitmen kami menjaga pasokan energi bagi masyarakat
Balikpapan (ANTARA) - Kilang Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (PPN RU V) Balikpapan yang menjadi penopang 25–30 persen pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap beroperasi penuh selama masa Idul Fitri 1447 Hijriah dan cuti bersama perayaannya.
Kilang berkapasitas 360 ribu barel per hari itu memastikan suplai energi tetap aman pada masa puncak konsumsi Lebaran.
Humas PT PPN RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan stabilitas operasi kilang menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Operasional kilang tetap berjalan normal selama Idul Fitri sebagai wujud komitmen kami menjaga pasokan energi bagi masyarakat,” kata Dodi, Rabu.
Kilang Balikpapan merupakan kilang terbesar Pertamina dan salah satu kilang berkapasitas besar di Asia Tenggara. Setelah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) rampung pada November 2025, kapasitas pengolahan meningkat menjadi sekitar 360 ribu barel per hari, sekaligus memperkuat kemampuan produksi BBM untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur.
Di balik operasi yang tetap berjalan tersebut, para pekerja kilang tetap siaga di area kerja untuk memastikan setiap proses produksi berlangsung aman dan andal. Manajemen perusahaan turut menyapa para pekerja sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka yang tetap bertugas pada hari raya.
Dodi menambahkan, dukungan masyarakat sekitar kilang turut berperan menjaga keamanan operasional selama malam takbiran. “Kami berterima kasih kepada masyarakat yang ikut menjaga kondusivitas, termasuk memastikan tidak ada aktivitas berbahaya di sekitar area kilang,” katanya.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dalam kesempatan terpisah menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan operasional sektor energi sebagai penopang kehidupan masyarakat. Ia menyebut peninjauan terhadap Kilang Balikpapan terus dilakukan untuk memastikan operasional tetap maksimal sebagai bagian dari tulang punggung energi nasional.
Pewarta: Novi AbdiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026