Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan akses pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Fahmi Himawan, di Samarinda, Rabu, menjelaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin, khususnya dalam menghadapi momen fluktuasi harga yang biasanya terjadi menjelang maupun sesudah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
"GPM adalah bentuk kewajiban pemerintah untuk memastikan harga pangan pokok tetap stabil dan tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan," ujar Fahmi saat ditemui di sela kegiatan di Halaman Kantor DPTPH Kaltim.
Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat menebus berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah rata-rata pasar. Hal ini dimungkinkan berkat adanya subsidi serta intervensi langsung dari pemerintah yang bekerja sama dengan Bulog serta distributor.
Beberapa komoditas utama yang tersedia meliputi beras jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kemasan 5 kg, serta Beras Premium pilihan ukuran 5 kg dan 10 kg.
Kemudian Bumbu Dapur atau komoditas rawan inflasi seperti bawang merah, bawang putih, dan aneka jenis cabai.
Produk Hewani seperti telur ayam ras, daging ayam segar, daging sapi/kerbau, hingga berbagai jenis ikan hasil tangkapan laut.
Baca juga: Kecipak nila Loa Kulu upaya rawat pangan Kalimantan Timur
Kebutuhan Lainnya yakni minyak goreng kemasan, gula pasir, tepung terigu, serta sayur-mayur dan buah-buahan segar yang didatangkan langsung dari petani lokal.
Tak hanya bahan mentah, GPM kali ini juga menggandeng pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk olahan pangan kreatif, memberikan ruang bagi ekonomi kerakyatan untuk bertumbuh.
Fahmi menambahkan, meski tren harga pangan cenderung melandai pasca-Idul Fitri, kehadiran GPM tetap krusial sebagai jembatan langsung antara produsen (petani dan peternak) dengan konsumen akhir.
Ke depan, DPTPH Kaltim tengah memperkuat strategi hulu ke hilir. Salah satu langkah konkret adalah berkoordinasi dengan Bulog untuk menambah titik gudang logistik di wilayah strategis seperti Kutai Timur, Bontang, hingga kawasan terpencil di Mahakam Ulu.
"Penambahan gudang ini bertujuan untuk memperpendek rantai distribusi. Dengan jalur logistik yang lebih ringkas, biaya angkut bisa ditekan sehingga harga di tingkat konsumen menjadi lebih stabil," imbuhnya.
Melalui konsistensi program ini, Pemprov Kaltim berharap masyarakat merasa tenang dan tidak perlu melakukan aksi borong (panic buying) saat terjadi isu kenaikan harga.
“Jika ketersediaan stok dan keterjangkauan harga ini bisa kita jaga secara konsisten, masyarakat akan tetap tenang. Pemerintah akan selalu hadir untuk memastikan tidak ada warga yang terdampak oleh gejolak harga pangan,” jelas Fahmi.
Baca juga: 50 persen beras dari Kukar, buktikan penghasil lumbung pangan Kaltim
Pewarta: ArumantoEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026