Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat dalam melatih 50 dai dan daiyah agar terampil berstrategi dakwah dengan kondisi kekinian, sehingga ilmu yang disampaikan cepat dipahami publik.
"Dai bukan profesi, melainkan status mulia sebagai penyampai pesan agama, obor penerang yang membimbing moral dan akhlak insan," kata Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat, saat membuka Penguatan Peran Dai dan Daiyah di Tenggarong, Selasa.
Di era modern yang penuh tantangan ini, metode dakwah tidak bisa berjalan statis, tapi harus lebih efektif, responsif, sesuai dengan zaman kekinian, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Untuk itu, pelatihan dalam bentuk penguatan peran ini bertujuan untuk menempatkan para dai pada posisi yang penting namun selaras dengan nafas kehidupan di zaman terkini.
Penguasaan metode komunikasi kekinian menjadi sebuah keniscayaan, mengingat mimbar dakwah saat ini tidak lagi terbatas pada ruang fisik masjid dan majelis taklim, namun telah merambah ke ruang-ruang digital dan dinamika sosial yang kompleks.
Menurutnya, para dai harus mampu mengemas pesan-pesan agama dengan bahasa yang santun, logis, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, mulai dari generasi muda hingga para orang tua, tanpa mengurangi esensi ajaran Islam.
Ia berharap melalui pelatihan ini akan lahir para pendakwah yang memiliki integritas keilmuan mumpuni, karena penguasaan materi dakwah yang mendalam sangat penting agar setiap pesan yang disampaikan memiliki landasan kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Ilmu yang luas juga harus diimbangi dengan kecerdasan komunikasi, sehingga dakwah dapat disampaikan dengan metode yang tepat dan mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Tentunya pelatihan hari ini menjadi momentum meningkatkan kemampuan berkomunikasi," katanya.
Pemkab Kukar menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, sehingga dibutuhkan dukungan para dai untuk menjadi jembatan informasi, turut menyampaikan pesan-pesan pembangunan, serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam memajukan daerah.
Dalam kesempatan itu, Khirillah selaku Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, pelatihan ini untuk memperdalam strategi dakwah sekaligus memperkuat peran dai dalam memberikan layanan keagamaan lebih efektif, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
