Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur memacu upaya pemerataan layanan pendidikan di daerah melalui implementasi program sekolah berasrama dan realisasi bantuan seragam gratis.
"Ini adalah komitmen kuat Disdikbud Kaltim dalam menangani berbagai isu pendidikan di daerah," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur Armin di Samarinda, Kamis.
Ia mengatakan tiga fokus utama program kerja Disdikbud Kaltim dalam pertemuan di Ruang Rapat Disdikbud bersama insan-insan pendidikan daerah.
Dia menjelaskan fokus pertama adalah peningkatan akses pendidikan dan akomodasi siswa di wilayah yang sulit dijangkau.
Disdikbud Kaltim kini tengah menyiapkan konsep sekolah berasrama sebagai solusi konkret atas kendala tersebut.
Program ini dirancang bagi peserta didik di daerah yang mengalami kesulitan akses menuju sekolah akibat jarak tempuh dan keterbatasan transportasi. Konsep sekolah berasrama ini juga diterapkan sebagai upaya efisiensi pemanfaatan lahan serta pemerataan layanan pendidikan.
Baca juga: Balai Bahasa: Kepunahan penutur bahasa daerah diatasi lewat mulok
Fokus kedua, katanya, penguatan program kesejahteraan pendidikan untuk mendukung kebijakan Gubernur Kaltim terkait pendidikan tanpa biaya.
"Penguatan ini diwujudkan melalui dukungan anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dan keberlanjutan program sekolah gratis," kata Armin.
Selain itu, program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB, termasuk yang bersekolah di swasta, akan segera direalisasikan tahun ini. Bantuan seragam gratis ini dipastikan tetap menjadi prioritas utama pada penetapan tahun anggaran 2026.
Fokus ketiga adalah peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kaltim. Disdikbud Kaltim saat ini mendukung pembangunan sekolah baru serta pengadaan sarana dan prasarana, dengan prioritas di wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
"Terdapat pula arahan khusus dari Gubernur Kaltim agar kendaraan dinas bekas dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dimanfaatkan oleh sekolah menengah kejuruan (SMK)," kata dia.
Kendaraan tersebut dialihfungsikan sebagai sarana praktik langsung bagi siswa jurusan otomotif.
Ia mengatakan semua langkah strategis tersebut merupakan bentuk keseriusan Disdikbud Kaltim dalam mendukung visi dan misi gubernur.
"Visi ini adalah untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata di seluruh penjuru Kalimantan Timur," demikian Armin.
Baca juga: Kaltim bangun ekosistem sains internasional di sekolah
