Samarinda (ANTARA) - RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS ) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) membuka unit penelitian klinis atau Clinical Research Unit (CRU) dalam upaya memajukan ilmu kedokteran, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mendukung inovasi kesehatan di rumah sakit.
Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Samarinda, Kamis, menjelaskan CRU adalah unit atau fasilitas yang didedikasikan untuk melakukan penelitian klinis di lingkungan medis, seperti rumah sakit, universitas atau lembaga penelitian.
"CRU RSUD AWS merupakan proyek perubahan Wakil Direktur SDM dan Diklatlit, Masitah," kata Sri Wahyuni saat meresmikan CRU RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda di Ruang Rembulan, RSUD AWS Samarinda.
Menurut Sri Wahyuni, fungsi utama unit ini adalah untuk memfasilitasi dan mengkoordinasikan studi pada manusia untuk mengevaluasi efektivitas, keamanan, dan cara kerja intervensi medis, seperti obat-obatan, alat kesehatan, dan prosedur, sebelum disetujui untuk penggunaan umum.
"CRU ini menyediakan sumber daya dan kondisi yang diperlukan bagi ilmuwan untuk melakukan penelitian klinis secara efisien, dan mengkoordinasikan berbagai aspek penelitian, mulai dari fase persiapan hingga penyelesaian," kata Sekda.
Melalui CRU, lanjut Sri Wahyuni, dapat diberikan pelayanan terbaik. Artinya, dengan adanya CRU, standar pelayanan rumah sakit semakin meningkat.
“Jadi, dengan adanya CRU tidak ada lagi pelayanan yang tidak baik. Maksudnya, ada solusi pencegahan penyakit,” ujarnya.
Sekda menerangkan dengan keberadaan CRU, RSUD AWS semakin membuka diri, terutama dalam bidang penelitian. Hal ini akan meningkatkan grade AWS atau standar pelayanan menjadi lebih baik dibanding rumah sakit lainnya. Melalui CRU ini diharapkan lahir para peneliti baru di bidang kesehatan.
“Semoga menjadi pusat penelitian kesehatan di Kalimantan. Artinya, AWS melalui CRU-nya menjadi pusat penelitian kesehatan, baik bagi perguruan tinggi di Kalimantan Timur maupun di luar Kaltim,” katanya.
Untuk itu, Pemprov Kaltim memberikan dukungan dan apresiasi terhadap proyek perubahan ini. Universitas Mulawarman maupun perguruan tinggi lainnya di Kalimantan Timur diharapkan dapat mendorong rumah sakit dalam pengembangan SDM dokter spesialis.
Peluncuran CRU ditandai dengan penandatanganan Piagam Peresmian CRU oleh Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni.
