Samarinda (ANTARA) - Komunitas pecinta sungai di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yakni Gerakan Memungut Sehelai Sampah di Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM), terus melakukan kampanye makna Sungai Sumber Kehidupan, sehingga masyarakat diajak tidak mencemari sungai, demi keberlanjutan kehidupan.
"Sungai Sumber Kehidupan itu bukan saja untuk manusia, tapi juga untuk makhluk hidup lain seperti ikan dalam sungai, burung-burung, satwa yang hidup di pohon pinggir sungai, hingga makhluk renik yang membutuhkan air," kata Ketua GMSS-SKM Samarinda, Misman di Samarinda, Kamis.
Pada 21 September 2025, GMSS-SKM Samarinda berusia 10 tahun. Sejak awal hingga kini masih konsisten mengedukasi dan mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai, karena berbagai alasan, antara lain warga Samarinda masih memanfaatkan sungai sebagai sumber baku air bersih.
Kemudian berbagai jenis ikan, udang, dan jasad renik lain mengandalkan sungai untuk hidup, binatang melata seperti biawak, buaya, satwa monyet dan lainnya juga masih mengandalkan hidup di DAS Karang Mumus.
"Dalam 10 tahun terakhir, banyak hal yang dicapai, antara lain mendapat penghargaan Kalpataru, penghargaan dari provinsi dan wali kota, sudah ada ribuan pohon yang ditanam dan tumbuh subur hingga kini, baik pohon kayu maupun pohon buah yang sudah banyak memberi manfaat baik bagi manusia maupun mahkluk hidup lain," katanya.
Bahkan, lanjut Misman, capaiannya telah menjadi model dalam merawat lingkungan hidup, dibuktikan dengan berdirinya pangkalan pungut untuk kegiatan memungut sampah di sungai.
Selain itu, berdirinya Sekolah Sungai Karang Mumus di kawasan Muang, hal ini untuk pendidikan terkait dengan pentingnya ekosistem sungai sebagai sumber air bersih dan sehat bagi masyarakat.
"Hingga kini GMSS-SKM terus berusaha mengedukasi pentingnya keberadaan sungai, terutama pada generasi muda dan masyarakat luas. Di HUT ke-10 ini, kami juga menggelar lomba paedleboard dan memungut sampah di sungai, ini merupakan salah satu upaya edukasi bahwa sungai harus terus dijaga," katanya.
Sementara Ketua Panitia Lomba Pungut Sampah GMSS-SKM Samarinda, Krisdiyanto mengatakan, lomba akan digelar Minggu, 21 September, di Pangkalan Pungut GMSS-SKM, Jalan Abdul Muthalib, samping Jembatan Kehewanan Samarinda, mulai pukul 08.00 Wita sampai selesai.
Rangkaian kegiatan berupa lomba memungut sampah dengan paddleboard kelas dewasa. Hadianya, yakni juara 1 Rp500 ribu, juara 2 Rp300 ribu, dan juara 3 Rp200 ribu. Untuk kelas anak-anak pun dengan hadiah uang yang sama.
Kemudian lomba stand up paddle race, yakni kelas dewasa (200 meter) dengan hadiah, juara 1 menjadi member gym dan renang di Hotel Aston sampai akhir tahun, Juara 2 mendapat beras premium 25 kg, juara 3 voucher dari Kanyangi Wal.
Untuk kelas anak-anak (100 meter), juara 1 mendapat beras 25 kg, voucher berenang di Aston. Juara 2 memperoleh beras 10 kg, voucher berenang di Hotel Aston, dan juara 3 memperoleh beras 5 kg serta voucher berenang di Aston.
Ada pula lomba fun paddling, yakni kelas umum (2 km), juara 1 dapat voucher menginap 1 kamar superior di Hotel Aston Samarinda, juara 2 dapat beras premium 25 kg, juara 3
voucher Kanyangi Wal.
