Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Sosial telah menyiapkan sekitar 17.000 paket logistik untuk mengantisipasi potensi bencana alam yang kerap melanda wilayah tersebut, terutama kebakaran permukiman dan banjir.
"Kalau kami hitung saja dengan kewenangan kami memang rata-rata di sekitar 17.000-an paket total," kata Kepala Dinas Sosial Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Rabu.
Menurutnya, jenis bencana yang paling sering terjadi di daerah perkotaan adalah kebakaran permukiman.
Sementara itu, bencana banjir juga menjadi perhatian serius mengingat curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi lingkungan yang mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut menyebabkan genangan air maupun banjir sangat sering dan mudah terjadi di beberapa kabupaten serta kota.
Oleh karena itu, antisipasi pemenuhan kebutuhan logistik di masing-masing daerah menjadi prioritas, terutama untuk wilayah-wilayah yang sudah terpetakan sebagai lokasi rawan terdampak.
"Distribusi logistik tersebut nantinya akan disalurkan berdasarkan skala risiko dan besaran dampak bencana di setiap wilayah," ucap Andi.
Dia mencontohkan penyaluran bantuan terbesar dalam beberapa waktu terakhir diberikan kepada korban banjir di Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Samarinda dan Berau.
Selanjutnya, kewenangan penanganan diambil alih oleh dinas tingkat provinsi apabila suatu bencana, seperti kebakaran, berdampak pada lebih dari 50 orang.
Selain kebakaran dan banjir, bencana lain yang juga menjadi fokus penanganan adalah tanah longsor yang di beberapa wilayah bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.
Pihaknya memastikan berkontribusi penuh dalam pemenuhan kebutuhan dasar para korban yang kehilangan tempat tinggal.
"Bantuan yang disalurkan berfokus pada kebutuhan utama pascabencana, seperti suplai makanan siap saji serta membantu penyiapan hunian sementara bersama pemerintah kabupaten dan kota," demikian Andi.
