Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan kapasitas para guru dengan menciptakan media ajar inovatif berupa komik digital interaktif.
"Upaya ini bertujuan untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih mendalam dan relevan dengan tantangan era digital, salah satunya melalui pemanfaatan platform teknologi digital," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Disdikbud Kaltim, Muchamad Awaludin di Samarinda, Minggu.
Dia mengatakan program ini dirancang untuk mengubah metode pengajaran dari sekadar penyampaian materi menjadi perancangan pengalaman belajar berbasis aksi.
"Kami ingin para guru mampu merancang aktivitas belajar yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam eksplorasi, diskusi, pembuatan karya, dan pemecahan masalah nyata," ujar Awaludin saat webinar Canva untuk Pendidikan, yang merupakan kolaborasi antara Balai Layanan Platform Teknologi (BLPT) Kemendikdasmen, Disdikbud Kaltim, dan Balai Guru Penggerak (BGP) Kaltim.
Menurutnya, melalui pemanfaatan teknologi, guru dapat membangun kerangka pemahaman belajar yang mendalam pada siswa, yang mencakup aspek pemahaman, penerapan, dan refleksi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, para pendidik dibekali kemampuan untuk memanfaatkan fitur-fitur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang tersedia di platform digital, seperti Canva Code, Magic Bright, dan Magic Studio.
Lanjut dia, fitur-fitur tersebut dinilai dapat mempercepat dan memperkaya proses pembuatan materi ajar yang mendorong pemikiran kritis dan keterhubungan antarkonsep.
"Mari kita jadikan ini sebagai ajang kolaborasi yang lebih erat, berbagi pengalaman untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga lebih bermakna secara substansi," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Timur Wiwik Setiawati menyatakan penguasaan teknologi seperti pembuatan komik digital merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.
Menurutnya, siswa saat ini hidup di lingkungan yang serba cepat dan otomatis, sehingga menuntut pola pembelajaran yang berbeda dari generasi sebelumnya.
"Anak-anak didik kita sudah sangat dekat dengan teknologi. Oleh karena itu, guru juga dituntut untuk bisa menciptakan pembelajaran yang menarik dan efektif sesuai dengan zaman mereka," kata Wiwik.
Ia melihat pelatihan pembuatan komik digital interaktif sebagai salah satu solusi inovatif yang memiliki potensi besar. Media ini dapat membantu siswa memahami konsep-konsep yang rumit atau abstrak dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dicerna.
