Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melakukany rehabilitasi dan optimalisasi sekitar 5.294 hektare lahan tambak yang terdata selama ini tidak terkelola dengan baik atau terbengkalai sebagai upaya meningkatkan produksi.
"Kami dorong kelompok usaha budi daya agar kembali kelola tambak yang tidak aktif," ujar Kepala Bidang Perikanan Budi Daya dan Lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Musakkar Mulyadi ketika ditanya mengenai produksi ikan budi daya di Penajam, Rabu.
Salah satunya, lanjut dia, melalui dukungan akses permodalan dan pelatihan teknis budidaya perikanan berkelanjutan.
Kemudian melakukan rehabilitasi lahan tambak dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah, dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan sebagai dasar penyusunan program perbaikan.
"Pemetaan juga untuk salurkan bantuan bertahap kepada masyarakat budi daya perikanan tambak," ucapnya.
Lahan tambak yang tidak produktif tersebar di Kecamatan Babulu, Waru, Penajam, dan Sepaku, terutama di kawasan pesisir dan dinilai masih memiliki potensi ekonomi yang besar, jika dikelola kembali dengan baik.
"Banyak lahan tambak ditinggalkan karena tidak lagi menguntungkan, ada yang rusak karena tanggul jebol, abrasi pantai, dan juga akibat biaya operasional yang tinggi," jelasnya.
Tercatat potensi lahan tambak air payau (campuran air tawar dan air laut) 9.500 hektare, timpal dia lagi, dan terdata 5.294 hektare lahan tambak terbengkalai dan harus rehabilitasi dan optimalisasi.
Pemerintah kabupaten targetkan produksi ikan budi daya pada tahun ini naik 10 persen dari produksi tahun lalu, pada 2023, produksi ikan budi daya mencapai sekitar 10.000 ton dan produksi ikan air tawar bertambah pada 2024 mencapai lebih kurang 11.000 ton, demikian Musakkar Mulyadi.
