Samarinda (ANTARA Kaltim) - Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur Veri Diana Wang mengemukakan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu telah menyediakan lahan seluas 900 hektare untuk merealisasikan pembangunan bandara.
Menurut Veri Diana yang ditemui di Samarinda, Kamis, lahan proyek bandara tersebut berada di Desa Ujah Bilang, Kecamatan Long Bagun, dan telah dilaporkan secara tertulis kepada Kementerian Perhubungan dengan tembusan Dinas Perhubungan Kaltim.
"Sementara untuk tindakan teknis masih menunggu perkembangan karena`feasibility study` (studi kelayakan) baru akan diusulkan pada APBD Perubahan Kaltim tahun 2015. Komisi III akan membahas rencana usulan ini bersama Dishub Kaltim," katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan pengusulan di APBD-P 2015 sebagai upaya agar proses tahapan pembangunan bandara bisa berjalan cepat.
"APBD 2015 sudah berjalan, sehingga harapan terbaik yang dapat diupayakan memang melalui APBD Perubahan," tambahnya.
Veri menjelaskan bahwa lahan 900 hektare yang telah disiapkan Pemkab Mahakam Ulu masih perlu melalui tahap studi kelayakan, baik dari sisi teknis maupun administratif.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap lahan tersebut "clean and clear" atau tidak bermasalah, sehingga jika studi kelayakannya tuntas, tahapan pembangunan selanjutnya bisa segera dilaksanakan.
"Masyarakat di Mahakam Ulu maupun masyarakat dari daerah lain yang sering ke Mahakam Ulu sudah menanti pembangunan bandara itu, karena mereka sangat kesulitan dengan akses transportasi yang ada saat ini," ujar Veri.
Terkait pemilihan lahan di wilayah Long Bagun yang lokasinya merupakan pusat kota di wilayah Mahakam Ulu, ia berharap keberadaan bandara itu bisa memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan kabupaten baru hasil pemekaran yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia, itu.(*)