Balikpapan (ANTARA) - Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memaksimalkan serapan anggaran sejak awal tahun agar tidak terjadi penumpukan realisasi kegiatan di akhir tahun anggaran.
“Serapan anggaran harus dimulai sejak triwulan pertama dan terus dipantau. Jangan sampai baru dikejar saat menjelang Desember,” katanya, di Balikpapan, Minggu (4/5).
Ia menyebutkan pada triwulan kedua tahun 2025, capaian serapan fisik maupun keuangan harus segera mendekati target. Jangan sampai terjadi keterlambatan pengerjaan berdampak pada kualitas dan hasil akhir (output) program pembangunan.
Bagus mengatakan, dari hasil Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilaksanakan pekan lalu, sebagian besar OPD telah menunjukkan progres positif. Meski demikian, terdapat beberapa unit yang serapannya masih rendah dan harus didampingi secara khusus oleh tim teknis Pemkot.
Menurutnya pemerintah juga telah mengidentifikasi sejumlah kendala, mulai dari proses pengadaan hingga pelaksanaan kegiatan.
"Untuk itu, solusi teknis disiapkan secara langsung agar hambatan tidak berlarut-larut," ujarnya,
Bagus menambahkan, proses lelang kegiatan fisik sudah mulai dilakukan sejak awal Januari. Saat ini, pelaksanaan proyek mulai berjalan di hampir semua unit kerja.
"Ini juga termasuk untuk tingkat kecamatan dan kelurahan," ucapnya.
Ia menargetkan seluruh proses pelelangan untuk anggaran APBD murni selesai paling lambat Juli 2025, dengan demikian pelaksanaan kegiatan dapat optimal sebelum memasuki triwulan akhir.
Terkait efisiensi anggaran, Bagus memastikan hal tersebut tidak mengganggu proyek-proyek strategis. Infrastruktur tetap menjadi prioritas utama dalam alokasi belanja daerah.
Pemerintah Kota Balikpapan katanya sedang mendata seluruh pengembang perumahan untuk memastikan status prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.
Kemudian bendungan pengendali (bendali) bankir yang telah diserahterimakan akan segera dirawat agar kapasitas pengendalian banjir tetap terjaga.
Bagus berharap, langkah tersebut mampu memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah rawan genangan. Sekaligus menjamin keberlanjutan infrastruktur yang telah dibangun.
