Rusman Yakub, pimpinan rapat didampingi oleh Andarias P. Sirenden, Puji Astuti, Abdul Rochim, Ichruni Lutfi Sarasakti dan Siti Qomariah menyambut hangat kedatangan manajemen MBS.
Rusman mengharapkan bahwa MBS akan memberikan penjelasan bisnisnya secara detail, sehingga DPRD mengetahui apa yang harus dilakukan ke depan terhadap bisnis-bisnis yang dijalankan oleh perusda ini.
“Saya harap Komisi II saya dapat menerima adanya blue print pengembangan MBS atau rencana kegiatan MBS, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Juga usaha-usaha yang dikembangkan MBS. Di mana tadinya hanya 6, kini menjadi 12. Tentunya saya atas nama Komisi II meminta informasi konkret dari manajemen. Apakah anak-anak usaha dari MBS tersebut murni dari pemikiran Perusda MBS ataukah dari Pemprov Kaltim,†kata Rusman dalam sesi dialog.
Direktur Utama MBS Sabri Ramdhani menyatakan struktur manajemen perusda MBS perlahan akan dibenahi. “Kami akui, meskipun kami mengalami beban penyusutan, namun neraca kami sudah plus. Kami tentunya akan terus berusaha lebih baik lagi dengan visi misi yang lebih baik. Kami berharap dapat menjadi salah satu sumber PAD Kaltim,†ucap Sabri.
Dalam persentasenya ia menyampaikan Hotel Blue Sky Pandurata yang merupakan salah satu bisnis dari MBS, mengalami peningkatan pendapatan tiap tahunnya. Hotel Blue Sky Pandurata sudah beberapa kali meraih penghargaan di mana tingkat occupancy hotel rata-rata selalu di atas 85% per harinya.
Menanggapi permasalahan pesawat Kaltim Airlines, MBS menyanggupi untuk menjual pesawat tersebut, agar tidak menambah beban biaya dari Perusda MBS sendiri. Terkait pelabuhan Kariangau, Sabri mengaku bahwa pelabuhan tersebut mendapat bantuan dari Pelindo.
Selebihnya Sabri menyampaikan beberapa aspek rencana bisnis Perusda MBS ke depan. Di antaranya MBS mengharapkan bantuan dari APBD untuk membangun hotel di Kaltim. Selain itu Sabri juga mengharapkan adanya optimalisasi lahan bekas Lamin Indah untuk dibangun Trans Studio. Serta harapan digarapnya zoo park layaknya Jatim Park di Malang di Tepian Kota Samarinda.
“Zoo Park tersebut nantinya akan dikelola Jatim park, dan Perusda MBS akan mengelola lahan parkir untuk zoo Park,†papar Sabri.
Menanggapi penyampaian itu, Rusman berharap MBS menjadi perusda yang sehat secara manajemen maupun dari segi keuangan. Rusman juga menyinggung mengenai Hotel Pandurata agar kontrak perjanjian yang ada harus dikaji kembali.
Andarias P Sirenden dalam forum tersebut mengapresiasi apa yang disamapikan manajemen Perusda MBS yang memiliki beberapa perencanaan dan prospek pembangunan yang baik untuk Kaltim. “Kaltim merupakan daerah yang memiliki SDA yang sangat luar biasa. Saya harap ke depan Kaltim mengalami peningkatan dan perkembangan pembangunan yang sangat baik,†ucap Andarias.
Senada, Siti Qamariah juga mengapresiasi visi dan misi MBS dan mengharapkan agar MBS dapat menjadi sumber PAD di Kaltim. Tidak hanya memikirkan kepentingan keuntungan perusahaan.
“Menanggapi pembangunan zoo park, apabila pihak MBS ingin menggarap lahan parkirnya sebaiknya segera diurus dari sekarang. Karena saya lihat masih ada beberapa bangunan, ditakutkan apabila tidak diurus sesegera mungkin maka akan menimbulkan masalah kedepannya,†saran Qamay.
Puji Astuti juga menambahkan mengenai pembangunan Trans Studio sebaiknya dibangun di Balikpapan, karena Balikpapan tidak semacet Samarinda. “Kalau membangun sesuatu diharapkan tidak hanya memikirkan satu dua tahun ke depan, namun berpuluh-puluh tahun kemudian. Kalaupun tetap di Samarinda, sebaiknya di pinggir kota saja,†usul Puji. (Humas DPRD Kaltim/adv/aul/dhi/met)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.