Penyebab kematian sebagian besar karena sakit, kelelahan, serangan jantung, atau penyakit bawaan akibat paparan suhu panas yang mencapai 47 derajat Celsius di sana
Samarinda (ANTARA) - Sebanyak sembilan orang haji dari Embarkasi Balikpapan, dengan enam orang diantaranya asal Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dilaporkan wafat di Tanah Suci akibat cuaca ekstrem dan kelelahan.
"Penyebab kematian sebagian besar karena sakit, kelelahan, serangan jantung, atau penyakit bawaan akibat paparan suhu panas yang mencapai 47 derajat Celsius di sana," kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan Mohlis Hasan di Samarinda, Selasa.
Ia menjelaskan angka kematian peserta haji asal wilayah Kaltim pada musim haji tahun ini mengalami peningkatan menjadi enam orang, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berjumlah empat orang.
Terkait agenda pemulangan, rombongan jamaah haji Kloter 02 telah mendarat dengan selamat pada tanggal 9 Juni pukul 10.00 WITA dan disambut secara langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Seno Aji.
Sebelumnya, rombongan jamaah Kloter 01 yang berjumlah total 360 orang dan didominasi oleh warga Kota Samarinda telah tiba lebih dahulu pada tanggal 7 Juni lalu.
"Rombongan Kloter 02 ini juga membawa total 360 orang haji, yang sebagian besar berasal dari Kota Balikpapan beserta tambahan beberapa jamaah mutasi dari Kutai Kartanegara," jelas Mohlis.
Setibanya di Asrama Haji, seluruh jamaah langsung mengikuti prosesi serah terima, pengecekan barang bawaan oleh tim bea cukai, serta tahapan pemeriksaan kesehatan lanjutan.
Pemeriksaan kesehatan setelah kedatangan ini difokuskan bagi para jamaah yang memerlukan perhatian khusus, mengingat prosedurnya saat ini dipastikan tidak seketat saat proses pemberangkatan.
Tahapan pemulangan jamaah haji tersebut akan terus berlangsung secara bertahap hingga ketibaan kloter ke-16 sebagai kloter terakhir pada tanggal 30 Juni pukul 04.30 WITA.
"Secara keseluruhan kondisi kesehatan fisik jamaah yang telah kembali ke Tanah Air terpantau cukup sehat, meski terdapat beberapa keluhan batuk ringan tanpa gangguan medis berat," ungkap Mohlis.
Kini pihak panitia penyelenggara haji daerah tengah melakukan persiapan teknis untuk menyambut kedatangan jamaah Kloter 03 yang dijadwalkan tiba pada tanggal 11 Juni mendatang.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.