Samarinda (ANTARA Kaltim) - Laju pertumbuhan perekonomian di Provinsi Kaltim berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I tahun 2014 mencapai Rp110,9 triliun dengan sektor minyak dan gas (migas).

"Apabila sektor migas dikeluarkan dari komposisi, maka PDRB Kaltim tanpa migas pada triwulan I tahun 2014 hanya sebesar Rp75,3 triliun," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Aden Gultom di Samarinda, Kamis.

Sedangkan PDRB Kaltim atas dasar harga konstan dalam periode yang sama sebanyak Rp31,0 triliun dengan migas, atau sebanyak Rp 22,9 triliun tanpa migas.

Menurut dia,, berdasarkan telaah kinerja PDRB berdasarkan lapangan usaha, maka laju pertumbuhan ekonomi Kaltim lebih didorong oleh kinerja sektor pertanian yang naik tumbuh sebesar

10,02 persen, sebagai refleksi musim panen raya padi di beberapa daerah.

Laju pertumbuhan ekonomi berikutnya diikuti sektor pertambangan dan bahan galian yang naik 0,29 persen, sebagai dampak meningkatnya kinerja subsektor pertambangan tanpa migas yang tumbuh 1,56 persen.

Sebaliknya, sektor yang mengalami kontraksi (penurunan) pada triwulan yang sama adalah sektor industri pengolahan. Sektor ini mengalami penurunan atau negatif 1,66 persen sebagai dampak dari menurunnya kinerja subsektor industri migas.

Kemudian diikuti sektor bangunan atau konstruksi yang mengalami kontraksi negatif 0,32 persen.

Menurut dia, perekonomian Kaltim pada triwulan I/2014 dibanding triwulan IV/2013 mengalami pertumbuhan atau positif 0,72 persen, tetapi lebih lambat dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 1,19 persen.

Sedangkan pertumbuhan pada triwulan I/2014 dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya, juga tumbuh positif 2,44 persen, atau lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan I/2013 yang sebesar 1,13 persen.

Dia juga mengatakan bahwa p ada awal 2014, kondisi perekonomian global masih dibayang-bayangi situasi tidak menentu dengan terjadinya berbagai gejolak sosial dan politik di beberapa negara.

Di sisi lain, konomi nasional di tengah situasi Pemilu, menunjukkan trend positif dengan meningkatnya berbagai kegiatan ekonomi penunjang kegiatan.

Di samping itu, beberapa harga komoditas sumber energi (migas dan batubara) menunjukkan perbaikan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kondisi tersebut secara langsung memberikan dampak terhadap perekonomian pada triwulan I/2014 yang akhirnya tercatat mencapai Rp110,9 triliun berdasarkan harga berlaku.(*)

Pewarta: M.Ghofar
: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026