Gerakan Pangan Murah selama dua hari serentak di kabupaten/ kota ini digelar dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari instansi pemerintah, BUMN/ BUMD, agen, distributor, hingga pelaku UMKMSamarinda (ANTARA) - Sekitar 70 gerai pangan turut menyukseskan Gerakan Pangan Murah Serentak yang difasilitasi oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur (DPTPH Kaltim) selama dua hari pada Senin - Selasa (26 - 27/6).
Gerai pangan tersebut menjual berbagai jenis bahan pangan strategis yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat setiap hari seperti beras, jagung, kedelai, minyak goreng, sayur-mayur, pisang, singkong, tepung, gula, dan lainnya.
"Gerakan Pangan Murah selama dua hari serentak di kabupaten/ kota ini digelar dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari instansi pemerintah, BUMN/ BUMD, agen, distributor, hingga pelaku UMKM," ujar Plt Kepala DPTPH Provinsi Kaltim Rini Susilawati di Samarinda, Selasa.
Rini yang juga Ketua Panitia Gerakan Pangan Murah Serentak Kaltim melanjutkan, giat ini digelar karena mencermati dinamika harga pangan pokok strategis serta dalam rangka pengendalian harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Adha 1444 H pada 29 Juni 2023.
Dalam Gerakan Pangan Murah Serentak ini bukan hanya digelar di halaman DPTPH Provinsi Kaltim, tapi juga oleh dinas terkait di lima kabupaten/kota yakni Kota Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Paser.
Secara nasional, lanjut ia, giat ini dimotori oleh Badan Pangan Nasional dengan tujuan utama adalah untuk memberikan kemudahan akses bagi produsen dan konsumen terhadap produk pangan dengan harga wajar.
Berdasarkan pantauan lapangan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dalam dua hari ini berjalan lancar, sejumlah barang yang dijual di masing-masing kios nyaris habis seperti beras, tepung, gula, minyak goreng, dan lainnya.
Pembeli yang datang pun secara tertib dan tidak dalam waktu yang bersamaan, sehingga tidak terjadi penumpukan dan tidak ada antrean, menandakan bahwa kecukupan bahan pangan masih aman dan tidak terjadi gejolak harga secara signifikan.
"Giat ini antara lain didukung Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Disperingkop dan UMKM beserta para distributor dan agen, Bulog, Rajawali Nusantara Indonesia, Bank Indonesia, dan para mitra usaha pertanian," kata Rini.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026