"Inflasi pada Agustus 1,78 persen itu disumbang dari kenaikan kelompok bahan makanan sebesar 3,73 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,79 persen," ucap Plh Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur (Kaltim) Achmad Zaini di Samarinda, Senin.
Selanjutnya kelompok perumahan berinflasi 2,02 persen, kelompok sandang berinflasi 2,22 persen, kelompok kesehatan 0,09 persen, pendidikan, rekreasi, dan olahraga berinflasi 0,10 persen, dan kelompok transportasi serta komunikasi berinflasi 0,73 persen.
Rincian dari beberapa kelompok yang berinflasi itu antara lain, untuk kelompok bahan makanan yang terdiri dari sub lemak dan minyak hewani berinflasi 1,13 persen, bumbu-bumbuan 10,87 persen, buah-buahan 1,30 persen, kacang-kacangan berinflasi 2 persen.
Kemudian sub kelompok sayur-mayur berinflasi 3,60 persen, telur, susu, dan hasilnya berinflasi 1,66 persen, ikan diawetkan 2,79 persen, ikan segar 3,83 persen, daging dan hasilnya 5,60 persen, padi-padian, umbu-umbian, dan hasilnya berinflasi 1,31 persen.
Pada kelompok makan jadi, rokok, dan tembakau, rinciannya adalah sub kelompok makanan jadi berinflasi 0,20 persen, minuman tidak beralkohol berinflasi 0,09 persen, dan tembakau serta minuman beralkohol berinflasi 0,34 persen.
Pada kelompok perumahan, antara lain pada sub kelompok biaya tempat tinggal berinflasi 2,69 persen, bahan bakar, penerangan, dan air berinflasi 1,46 persen, perlengkapan rumah tangga 0,51 persen, dan sub penyelenggaraan rumah tangga berinflasi 0,20 persen.
Pada kelompok sandang, terdiri sub kelompok sandang laki-laki berdeflasi minus 0,06 persen, sandang perempuan berinflasi 0,18 persen, sandang anak-anak berinflasi 0,02 persen, barang pribadi dan sang lainnya berinflasi 7,48 persen.
Untuk kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, antara pada sub jasa pendidikan tidak ada perubahan nilai, kursus atau pelatihan berinflasi 3,73 persen, perlengkapan pendidikan berinflasi 0,10 persen, rekreasi berdeflasi minus 0,05 persen, dan sub kelompok olahraga tidak ada perubahan nilai. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.