"Dari adanya perubahan harga pada September tersebut, maka inflasi tahun kalender di Provinsi Kaltim saat ini tercatat 9 persen, kemudian inflasi year on year sebesar 9,48 persen," ucap Plh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Achmad Zaini di Samarinda, Selasa.
Menurutnya, deflasi terjadi lantaran adanya penurunan harga pada kelompok pengeluaran yang memiliki andil dominan, seperti penurunan indeks pada kelompok bahan makanan yang deflasi 4,86 persen, kemudian kelompok transport dan komunikasi mengalami deflasi 0,73 persen.
Sedangkan kelompok makanan jadi mengalami inflasi 0,67 persen, kelompok perumahan inflasi 0,84 persen, kelompok sandang inflasi 2,53 persen, kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,34 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, serta olahraga inflasi 0,85 persen.
Rincian dari kelompok bahan makanan adalah padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya yang inflasi 0,33 persen, daging dan hasilnya deflasi 7,18 persen, ikan segar deflasi 6,69 persen, telur, susu dan hasilnya deflasi 0,25 persen.
Kemudian sub kelompok sayur-mayur deflasi 4,93 persen, kacang-kacangan inflasi 8,75 persen, bumbu-bumbuan deflasi 22,29 persen, lemak dan minyak deflasi 0,42 persen.
Pada kelompok sandang, rinciannya adalah sandang laki-laki inflasi 0,44 persen, sandang wanita inflasi 0,33 persen, sandang anak-anak inflasi 0,08 persen, dan sub kelompok barang pribadi serta sandang lainnya inflasi 7,14 persen.
Untuk kelompok transport dan komunikasi, rinciannya adalah sub kelompok transport deflasi 1,12 persen, sub komunikasi dan jasa pengiriman deflasi 0,03 persen, sub kelompok sarana dan penunjang transport deflasi 0,03 persen. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.