Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian (DPKP) Kota Balikpapan menghimbau agar para nelayan untuk berhati-hati saat melaut pada Agustus.
"Hal ini mengingat kondisi cuaca ekstrem dengan datangnya angin Selatan yang berpotensi gelombang tinggi," kata Kepala DPKP Balikpapan, Chaidar Chairulsyah di Balikpapan, Jumat.
Pihaknya terus memberikan peringatan kepada para nelayan, agar di setiap cuaca ektrim yang berpotensi gelombang tinggi untuk tidak melaut, karena gelombang laut yang tinggi dapat mengakibatkan kapal perahu nelayan hancur hingga memakan korban jiwa, katanya.
"Meskipun demikian bagi para nelayan yang tetap melaut di saat cuaca ekstrim dihimbau mereka dapat menggunakan jaket pelampung dan melakukan pengecekan terhadap mesin kapal, sehingga keamanan mereka tetap terjaga," kata Chaidar.
Berdasarkan pengalaman biasanya disaat cuaca ekstrim para nelayan beralih profesi pekerjaan menjadi pekerja bangunan, ojek hingga ada yang membuka tambak. Adapun pekerjaan ini dilakukan untuk mencari penghasilan bagi keluarga mereka, katanya.
"Dari data yang ada terdapat lima ribu nelayan di Kota Balikpapan mereka terbagi menjadi dua kategori nelayan yakni nelayan tangkap dan nelayan beli. Artinya kalau nelayan tangkap, mereka menangkap ikan di laut, sedangkan nelayan beli mereka membeli ikan dari kapal-kapal kecil," kata Chaidar. (*)
