Samarinda (ANTARA Kaltim) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim mengajukan usulan anggaran Rp 354 miliar pada rencana kerja yang tertuang di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2013.

Hal tersebut disampaikan Kadishub Kaltim Zairin Zain, pada rapat kerja Komisi III DPRD Kaltim dengan Dinas Perhubungan Kaltim, Senin (4/3).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Andi Harun yang menjadi pimpinan rapat menuturkan, rapat dengan mitra kerja terkait pengajuan usulan anggaran rutin dilakukan.

Selain berfungsi sebagai upaya penyamaan persepsi antara pemerintah melalui SKPD terkait dengan DPRD, juga sebagai bentuk evaluasi terhadap capaian program yang telah dianggarkan sebelumnya.

Terkait dengan usulan tersebut, politisi asal Fraksi Patriot Bintang Demokrasi (PBD)  itu mengatakan pihaknya mendukung penuh usulan dari mitra kerja apabila memberikan dampak positif terhadap kemajuan pembangunan,  yang berujung kepada kesejahteraan rakyat Kaltim.

"Apapun bentuknya apabila memberikan manfaat besar kepada masyarakat, pasti kami dukung. Namun, harus diakui banyak pula program pembangunan dalam arti luas yang diusulkan oleh SKPD lain. Tentu kalau sudah terkait jumlahnya, kami melihat skala prioritas," ucap Andi Harun.

Pada rapat kerja tersebut, Andi Harun antara lain didampingi anggota Komisi III, M Adam Sinte, Datuk Yasir Arafat, H Jawad Sirajuddin, HM Darlis Pattalongi dan Wibowo Handoko.  

Sementara itu Kadishub Kaltim,  Zairin Zain,  menyebutkan rencana kebutuhan anggaran pada APBD Perubahan 2013 itu meliputi beberapa item program kerja yang sebagian merupakan tidak lanjut program kerja sebelumnya, dan sebagian lagi program baru.

Di antaranya program perencanaan pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan Rp500 juta, kelanjutan pembangunan Bandara Samarinda Baru Rp230 miliar lebih, pembangunan Bandara Long Apung Kabupaten Malinau Rp34 miliar lebih, pembangunan Bandara Long Bawan Kebupaten Nunukan Rp39 miliar, pembangunan Bandara Maratua Kabupaten Berau Rp3 miliar, peningkatan Bandara Data Dawai Kabupaten Kutai Barat Rp34 miliar, dan pembangunan fasilitas sisi udara Bandara Samarinda Baru Rp10,5 miliar lebih.

Selain itu, program pengendalian dan pengamanan lalu lintas yang meliputi pengadaan rambu-rambu lalu lintas Rp195 juta, pengadaan marka jalan Rp2,5 miliar, dan pengadaan pagar pengaman jalan sebesar Rp195 juta. Jadi totalnya Rp354,9 miliar.

"Jumlah tersebut sudah paling rasional untuk saat ini. Kendati demikian bukan berarti jumlah tersebut mutlak karena masih disesuaikan dengan kondisi yang berkembang. Contohnya  BSB kalau ada bantuan dari APBN atau adanya kejelasan dari investor Bakrie Capital, maka tentu akan mengubah pola rencana anggaran," tutur Zairin.

Zairin sangat berharap adanya dukungan dari lembaga Dewan, mengingat kalau dilihat secara global semua program sangat memberikan manfaat besar kepada seluruh lapisan masyarakat,  baik jangka pendek maupun jangka panjang. (Humas DPRD Kaltim/adv/bar/met/mir)



Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026