Samarinda  (ANTARA News Kaltim) - Kapal Feri untuk menyeberangkan orang, kendaraan, dan barang dari Kota Balikpapan menuju Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kaltim, masih menjadi sarana transportasi andalan bagi pemudik Lebaran meskipun ada jalur alternatif lewat darat.

"Masyarakat Samarinda, Balikapan dan sekitarnya yang ingin ke Penajam, Grogot, dan Banjarmasin, begitu pula sebaliknya, masih banyak yang lebih suka melalui kapal feri ketimbang harus melalui jalur darat yang memotong Bukit Soeharto yang tembus Sepaku, Penajam," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain di Samarinda, Selasa.

Masyarakat banyak yang enggan melalui jalur yang menghubungkan hingga Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara itu, karena di jalur tersebut sangat sepi akibat jarang rumah penduduk, sehingga warga merasa khawatir. Di samping jalan di jalur itu juga banyak yang rusak.

Untuk itu, jalur feri Balikpapan-Penajam merupakan alternatif terbaik bagi pemudik. Terkait dengan itu, maka Dishub Kaltim menambah dua armada feri di pelabuhan tersebut, sehingga kini jumlah feri yang beroperasi menjadi delapan unit.

Menurutnya, jika pada hari normal diberlakukan pola enam kapal jalan dan 2 kapal lainnya siaga di dekat dermaga, maka sejak beberapa hari ini dan hingga pascalebaran ditingkatkan menjadi 8 kapal jalan dan 2 kapal lainnya siaga.

Penambahan operasional kapal fery tersebut untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama Ramadhan hingga menjelang dan pascalebaran, pasalnya yang terjadi sebelumnya adalah, ketika masyarakat ingin menyeberang harus mengantre berjam-jam.

Tentu saja hal itu sangat menghambat kelancaran transportasi orang dan barang, baik lintas kabupaten dan kota di selatan Kaltim, maupun lintas Provinsi Kaltim-Kalsel yang sebagian besar merupakan penumpang dari dan ke Banjarmasin.

Pada hari-hari normal, lanjutnya, feri Balikpapan-Penajam melayani kisaran 15.120 penumpang dan 120 kendaraan untuk 6 kapal dengan 84 trip atau setiap kapal 14 kali jalan per hari.

Sedangkan mulai saat ini, atau setelah terjadi penambahan dua kapal, maka dapat melayani 26.880 penumpang dan 160 kendaraan untuk 8 kapal dengan 112 trip, atau per kapal 14 kali jalan per hari dengan kapasitas 30 penumpang dan 20 kendaraan per kapal setiap jalan.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, lanjut dia, maka sejak Ramadhan hingga arus mudik dan balik lebaran 1433 Hijriah, diperkirakan terjadi peningkatan penumpang pada kisaran 10 hingga 15 persen dari tahun sebelumnya.  (*)



Pewarta: M Ghofar
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026