Penajam Paser Utara (ANTARA) - Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Muhammad Yusuf meminta Pemerintah Pusat dan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dukungan atas pembangunan jembatan penghubung Kabupaten PPU dengan Kota Balikpapan.
"Jembatan penghubung antardaerah sangat penting menjadi jalur konektivitas antardaerah dan provinsi," ujar Andi Muhammad Yusuf saat ditanya mengenai pembangunan jembatan penghubung tersebut di Penajam, Senin.
Kehadiran jembatan penghubung tersebut sangat dibutuhkan bagi masyarakat, terutama masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, karena dapat mempercepat waktu tempuh menuju Kota Balikpapan dibandingkan menggunakan transportasi laut yang masih menjadi andalan.
Pembangunan jembatan tol penghubung Kabupaten Penajam Paser Utara-Kota Balikpapan sepanjang 7,9 kilometer sempat dilelang oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2019.
Proyek jembatan dengan nilai lebih kurang Rp15 triliun itu dihentikan proses lelang investasi, sebab setelah penetapan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) muncul wacana titik jembatan dipindahkan.
Kemudian, Kementerian PUPR mengurungkan wacana pemindahan titik pembangunan jembatan tol penghubung Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan tersebut.
"Rencana pembangunan jembatan tol penghubung itu telah masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)," kata Andi Muhammad Yusuf.
Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur strategis itu.
Jembatan tol penghubung Kabupaten Penajam Paser Utara-Kota Balikpapan bakal membuka akses ekonomi secara luas, apalagi ibu kota negara Indonesia yang baru hadir berdekatan dengan kabupaten yang dikenal Benuo Taka itu.
Sisi bagian tengah Kabupaten Penajam Paser Utara, kata dia, sudah ada jembatan Pulau Balang sebagai akses penghubung menuju Kota Balikpapan.
Sedangkan sisi selatan belum ada jembatan akses penghubung menuju Kota Balikpapan, kecuali menggunakan kapal kayu (klotok), kapal cepat (speedboat) dan kapal feri.
