Dalam kunjungan tersebut secara pribadi Rita menyumbang Rp70 juta untuk korban kebakaran yang diterima oleh Camat Tenggarong Tajuddin Noor.
Turut hadir dalam peninjauan itu Komandan Kodim 0906 Tenggarong Dendi Suryadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Darmansyah serta kepala instansi terkait lainnya.
Kepada korban kebakaran, Bupati Rita menyatakan turut berduka atas musibah tersebut. Ia juga berpesan agar warga yang kehilangan tempat tinggal tidak berputus asa dan berusaha untuk bangkit kembali.
"Jangan terlalu larut dalam kesedihan, hadapi kejadian ini dengan tabah dan sabar, Insyaallah ada hikmah di balik ini semua, dan jangan putus asa dan tetap semangat," pesannya.
Bupati Rita Widyasari tidak menginginkan musibah kebakaran terjadi lagi di Kukar karena sejak Januari-Mei 2012 sudah terjadi 15 kali kebakaran yang menghanguskan rumah warga.
Untuk itu, dirinya mengimbau seluruh warga agar waspada terhadap bahaya kebakaran, yaitu dengan memeriksa peralatan rumah tangga yang menimbulkan api serta peralatan listrik.
"Kebakaran ini umumnya terjadi karena kurang waspada dan bisa terjadi kapan dan di mana saja. Untuk itu masyarakat harus lebih waspada dan berupaya mencegahnya," ujarnya.
Bupati mengimbau seluruh camat di Kukar agar mengingatkan warganya untuk waspada kebakaran, dan mendeteksi dini hal-hal yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Pemkab Kukar melalui BPBD juga telah mendirikan posko kebakaran dan tenda darurat serta menyalurkan bahan makanan kepada para korban kebakaran.
Selain itu, Dinas Sosial Kukar juga telah menyalurkan bahan makanan dan peralatan kebutuhan dasar lainnya.
Sedangkan Camat Tajuddin menambahkan sejumlah dermawan juga telah ikut menyumbang untuk korban, baik berupa beras pakian dan uang.
"Dari sumbangan dermawan tersebut terkumpul Rp23 juta dan sudah kami bagikan kepada korban," katanya.
Kebakaran yang terjadi pada Selasa (29/5) sekitar pukul 09.20 Wita mengakibatkan tujuh rumah, terdiri dari enam rumah warga di RT 17 dan satu rumah di lingkungan RT 18 Kelurahan Panji hangus terbakar.
Akibat peristiwa itu, sekitar 36 jiwa dari 10 kepala keluarga terpaksa harus kehilangan tempat tinggal. Saat ini korban ada yang tetap tinggal di tenda darurat dan sebagian lainnya mengungsi di rumah sanak saudara mereka. (*)
Pewarta: Hayru AbdiEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026