Bontang (ANTARA News Kaltim) - PT Kaltim Methanol Industri (KMI) yang merupakan perusahaan kerja sama modal asing di kawasan Pupuk Kaltim, Bontang, mengalokasikan sebagian tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) untuk renovasi atau bedah rumah tidak layak huni.

"PT KMI berkomitmen memberi kontribusi terhadap lingkungan sekitar di Kota Bontang, di antaranya dengan merenovasi rumah tidak layak huni sebanyak lima rumah di Kelurahan Guntung dan lima rumah di Kelurahan Loktuan," kata Direktur Umum PT KMI, Agus Priyatno, di Bontang, Sabtu.

Sepuluh rumah yang diresmikan merupakan program CSR PT KMI tahun anggaran 2011, sementara untuk renovasi rumah tahun 2012 akan berlangsung pada Mei dan diharapkan selesai Juli 2012 sebelum Hari Raya Idul Fitri.

CSR lainnya untuk tahun 2012, katanya, adalah melanjutkan program pelatihan bahasa Inggris bagi 60-80 siswa sebanyak dua periode setiap tahunnya bagi siswa di Loktuan, Guntung, Jalan Poros Bontang-Sangatta.

Selain itu,lanjut dia, penanaman 1.000 pohon di Taman Methanol di depan kawasan Kantor Walikota, seluas 1,5 ha. Beasiswa bagi siswa SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi.

"CSR lainnya berupa donasi yang dikoordinasikan melalui Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) bersama tujuh perusahaan kerja sama asing (join ventura company/JVC) lainnya dengan besaran perbulan sesuai kegiatan dan bisa mencapai puluhan juta rupiah," kata Agus.

Pejabat teras PT KMI yang hadir saat peresmian di antaranya Ir Suhardi Rachman dan jajaran manajer. Sementara itu Wali Kota Adi Darma dalam peresmian renovasi rumah oleh PT KMI berterima kasih dan menghargai kontribusi perusahaan bagi penduduk di Guntung dan Loktuan.

"Saya sangat menghargai atas bantuan langsung yang diberikan PT KMI terhadap perbaikan rumah tidak layak huni ini. Jika program renovasi rumah yang dilakukan PT KMI ini diikuti perusahaan lainnya maka akan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar rumah layak huni bagi keluarga miskin yang ada di Kota Bontang," kata Adi Darma.

Wali Kota Adi Darma juga mengimbau selain bantuan langsung, hendaknya perusahaan-perusahaan dalam alokasi CSR-nya lebih mengarahkan pada pemberdayaan keluarga miskin atau memberi kail bukan ikan. (*)



Pewarta: Suratmi
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026